Penerapan EBT Disebut Punya Banyak Hambatan
JAKARTA, Investortrust.id - Transisi dari penggunaan energi berbasis fosil ke arah energi baru dan terbarukan (EBT) merupakan suatu proses yang kompleks dan membutuhkan langkah-langkah yang terukur. Upaya ini juga bukannya tanpa kendala. Demikian diungkapkan Principal Analyst and Consultant Chakra Giri Energi, Bambang Sriyono di Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Salah satu kendala dari pengembangan EBT menurut Bambang adalah kebutuhan pendanaan yang tidak sedikit. “Karena energi terbarukan itu dari segi keuangan tidak seperti oil and gas atau batu bara. Jadi itu harus ada usaha, dan itu banyak hambatannya,” kata Bambang.
Ia mencontohkan, perusahaan sekaliber Perusahaan Listrik Negara (PLN) saja misalnya, dalam menerapkan energi baru terbarukan dalam proses bisnisnya masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit.
“Sekarang ini ibaratnya PLN menargetkan tahun 2030 atau 2025 sudah 30%, tapi ya memang tantangannya banyak,” terangnya.
Meski begitu, mau tidak mau dan suka atau tidak, Indonesia secara perlahan harus menerapkan hal tersebut untuk mencapai target net zero emission pada 2060.
“Tapi ya kita harus jalankan, kalau tidak ya nanti nggak bisa mengejar net zero emission 2060 itu. Jadi memang harus mulai sedikit dari tekad,” kata Bambang. (CR-13)
