Rupiah Loyo, Produsen Akan Menaikkan Harga Sepeda Motor?
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Hari Budianto mengungkapkan, pelaku industri akan melakukan evaluasi jangka panjang dalam menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Evaluasi dilakukan untuk menghitung dampak atas fluktuasi harga dolar terhadap industri sepeda motor. Namun, ia menyebutkan hingga kini pelemahan nilai rupiah tersebut baru terjadi dalam waktu yang singkat.
"Pembelian itu kan kontrak panjang juga. Jadi tentunya dalam jangka panjang akan terjadi evaluasi," ucap Hari saat ditemui di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2024).
Baca Juga
"Tapi ini kan fluktuasi dolar juga, kita belum tau seperti apa. Ini kan baru sentimen pendek aja," tambahnya.
Dikarenakan perlu melihat dampak yang ditimbulkan dalam jangka panjang, Hari pun mengklaim kalau produsen sepeda motor tidak akan langsung menaikan harga produknya. Apalagi, ia menyebut, bahan bakunya kini sudah banyak tersedia di dalam negeri.
"Tetapi secara umum kita tidak serta Merta menaikkan harga jual. Tetapi bagi teman-teman yang ekspor senang karena dollar naik. Bahan baku kita sudah banyak di dalam negeri," terang Hari.
Baca Juga
Rupiah Anjlok, Pengusaha Makanan dan Minuman Menjerit dan Minta Ini ke Pemerintah
"Cuma memang ada beberapa yang belum bisa kayak baja sama semikonduktor. Tapi itu sudah diantisipasi sama anggota kita dengan melakukan suplai chain yang lebih baik. Mencari alternatif mereka," tandasnya.
Adapun diketahui, rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam pembukaan perdagangan di pasar spot Rabu (17/4/2024) pagi.
Dilansir Yahoo Finance, rupiah dibuka melemah 29 poin ke level Rp 16.199 per US$, setelah sebelumnya berada pada posisi Rp 16.170 per US$ dalam penutupan perdagangan Selasa (16/4/2024).

