Kuota Solar Subsidi Nyaris Jebol, BPH Migas: Masyarakat Jangan Khawatir!
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi sebesar 17 juta kiloliter (KL) terus menipis pada akhir tahun 2023.
Merespons soal itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menyebut tetap menyalurkan solar subsidi sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati menegaskan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan solar subsidi.
"Pemerintah akan tetap salurkan solar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tidak usah khawatir, insyaallah terpenuhi sampai akhir tahun," ucapnya saat meresmikan Posko Nasional Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 Sektor Energi di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2023).
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Resmikan 51 Penyalur BBM Satu Harga di Wilayah 3T
Sementara itu, Anggota BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan pemerintah akan memperketat penyaluran solar subsidi.
"Semua diperketat sekarang, soalnya ada QR Code. Dengan sistem itu sekarang coba dikendalikan," tuturnya.
Baca Juga
Bentuk Satgas, Pertamina Jamin Pasokan Energi di Musim Libur Nataru
Dia menjelaskan sistem itu akan mencegah orang membeli solar subsidi di tempat berbeda dalam waktu yang berdekatan. QR Code itu juga diupayakan agar tidak bisa dimanipulasi.
"Kalau sudah mengisi di sini, gak bisa lagi di tempat lain, bagaimana caranya supaya tidak ditiru-tiru. Insya Allah dengan cara itu pasokan solar aman dalam 2 minggu," tuturnya. (CR-14)

