Masa Depan VinFast di Pasar Kendaraan Listrik Diprediksi Cerah
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah dealer mobil Indonesia memprediksi produsen mobil listrik asal Vietnam, VinFast, punya masa depan yang cerah di pasar kendaraan listrik. Pasalnya, mereka terkesan dengan penawaran dan pendekatan strategis yang dilakukan VinFast.
Pada Jumat (16/2/2024), VinFast Auto resmi menandatangani perjanjian dengan lima dealer di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024.
Direktur dealer PR Bevos Auto Mandiri, Hartono Kurniawan mengungkapkan, antusiasmenya terhadap kendaraan VinFast usai mengikuti test drive.
Baca Juga
Mobil Listrik VinFast Dibanderol Rp 250 Juta hingga Rp 350 Juta, Cek Spesifikasinya!
“Mobil ini menakjubkan, mudah dikendarai, dan mulus di jalan,” ujar Hartono Kurniawan saat memuji fitur noise cancellation dan desain berjiwa muda dari model VF 5 dan VF 6, Senin (19/2/2024).
Kendati demikian, harga tetap dinilai menjadi faktor penting bagi pembeli di Indonesia. Menurutnya, VinFast harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pasar agar tidak kehilangan peminat.
“Gelombang model mobil listrik baru dengan harga menarik belakangan ini berlomba-lomba memasuki pasar Indonesia. Oleh karena itu harga yang kompetitif adalah kunci agar VinFast bisa menonjol,” ungkap Hartono.
Hartono menambahkan bahwa ia melihat kekuatan VinFast ada dalam kualitas baterai, layanan purna jual, dan suku cadang yang tersedia–semuanya diterima dengan baik oleh pelanggan lokal.
Baca Juga
Soal Pemisahan Ditjen Pajak dari Kemenkeu, Menko Airlangga: Belum Ada Pembahasan
Menurut Hartono, kolaborasi awal VinFast dengan dealer tidak seperti merek EV pada umumnya. Strategi ini merupakan keunggulan sekaligus kunci dari kesuksesan kehadiran VinFast sebagai kompetitor kuat dalam industri otomotif listrik.
“Kemitraan ini sangat penting bagi kesuksesan VinFast dalam perlombaan EV di Indonesia,” sebut Hartono.
Sementara itu CEO dealer PT Gran Cipta Cerlang, Sandra Pahar, percaya bahwa layanan purna jual yang sangat baik dari VinFast adalah aset besar. Sebab, tak sedikit masyarakat yang menjadikan harga purna jual sebagai pertimbangan sebelum membeli kendaraan.
“Pembeli kendaraan listrik di Indonesia mengkhawatirkan potensi masalah dan layanan VinFast menanamkan kepercayaan diri atas kepemilikan mobil mereka,” kata Sandra Pohar.
Pohar, Hartono, dan perwakilan dari Gallarie Setia Utama memuji komitmen jangka panjang VinFast untuk Indonesia, terlihat dari investasi pabrik mereka senilai US$ 200 juta dolar.
Komitmen ini juga mencakup kemitraan dengan perusahaan lokal untuk membangun jaringan pengisian daya nasional, sehingga memfasilitasi pengisian daya yang nyaman bagi pelanggan.

