VinFast Tawarkan Penyewaan Baterai Kendaraan Listrik yang Untungkan Konsumen
JAKARTA, investortrust.id – Produsen mobil dan penyedia jasa penyewaan baterai asal Vietnam, VinFast, mengeklaim jasa penyewaan baterai (battery subscription) miliknya dapat mengakselerasi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Alasannya, skema berlangganan yang ditawarkan VinFast bakal menguntungkan konsumen.
Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia, Tran Quoc Huy menjelaskan, VinFast menawarkan cara unik untuk membeli mobil listrik. Dengan menyewa baterai VinFast, konsumen dapat mengurangi biaya awal secara signifikan, karena baterai merupakan komponen kendaraan listrik yang paling mahal.
Baca Juga
Masa Depan VinFast di Pasar Kendaraan Listrik Diprediksi Cerah
"Laporan Cornwall Insight pada 2022 menunjukkan, harga baterai mencapai 30% dari total harga kendaraan listrik itu sendiri," kata Tran Quoc Huy dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Rabu (3/4/2024).
Tran mengungkapkan, pemilik membayar harga awal yang jauh lebih rendah untuk mobil listrik, setara dengan uang muka pembelian mobil tradisional. Sisa biaya yang terkait dengan baterai kemudian ditanggung melalui biaya berlangganan bulanan.
Dalam model ini, menurut dia, pemilik mobil listrik tidak perlu melakukan deposit untuk berlangganan baterai.
“Skema yang kami tawarkan memastikan gabungan biaya berlangganan baterai dan pengisian daya tetap jauh lebih rendah dibandingkan mengoperasikan mobil berbahan bakar bensin di segmen yang sama bagi pemilik mobil listrik,” papar dia.
Ketentuan berlangganan baterai, kata Tran Quoc Huy, berpotensi langsung mengurangi biaya transportasi bulanan. Itu menjadikan kendaraan listrik lebih mudah diakses konsumen yang memiliki anggaran terbatas. “Ini akan mempercepat program penggunaan mobil listrik secara masif,” tegas dia.
Tran mengatakan, dalam skema berlangganan baterai model VFe34 yang ditawarkan VinFast, pelanggan akan membayar Rp 1,5 juta per bulan untuk jarak hingga 3.000 km, dan Rp 2,6 juta per bulan untuk perjalanan melebihi 3.000 km.
Baca Juga
Mobil Listrik VinFast Dibanderol Rp 250 Juta hingga Rp 350 Juta, Cek Spesifikasinya!
Untuk mengatasi degradasi baterai, menurut Tran Quoc Huy, VinFast mengeluarkan ketentuan langganan baterai yang mencakup penggantian baterai gratis ketika kondisi kesehatan baterai turun di bawah 70% dari kapasitas aslinya.
Tran menegaskan, dalam memasuki pasar kendaraan listrik di Indonesia, VinFast tidak hanya memperkenalkan kendaraan listriknya untuk dijual.

