Pendapatan Avia Avian Rp 5,16 Triliun hingga September, 71,42% Target 2023
JAKARTA, investortrust.id - Pendapatan bersih PT Avia Avian Tbk (AVIA) tercatat sebesar Rp 5,16 triliun sampai September 2023, setara 71,42% dari target minimal tahun ini sekitar Rp 7,22 triliun. Secara tahunan, pendapatan bersih perseroan hingga kuartal ketiga naik tipis 4,14% dari periode sama tahun lalu.
Sebelumnya, direksi telah menyampaikan bahwa total penjualan tahun ini ditargetkan meningkat 8-12% dibanding 2022. Dengan begitu, pendapatan bersih perseroan diharap bertambah menjadi minimal Rp 7,22 triliun dari Rp 6,69 triliun tahun lalu.
Wakil Direktur Utama Avia Avian Ruslan Tanoko mengungkapkan, pertumbuhan kinerja sembilan bulan pertama tahun ini didorong oleh semakin lengkapnya varian produk AVIA. “Pertumbuhan penjualan tak lepas dari upaya-upaya manajemen, di tengah beratnya kondisi perekonomian nasional,” ujar Ruslan dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Jakarta, Jumat (03/11/2023).
Sampai akhir September 2023, Avia Avian telah meluncurkan beberapa versi ekonomis dari produk-produk utama yang selama ini telah dikenal masyarakat. Varian produk itu meliputi Avian Cling untuk kategori cat kayu dan besi, Avitex Wizz dan Aries Bling untuk kategori cat tembok, serta terbaru No Drop Basic untuk kategori pelapis anti bocor.
“Produk-produk tersebut sebagai antisipasi melemahnya daya beli masyarakat, dan terbukti memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan penjualan perusahaan,” tambah Ruslan.
Baca Juga
Semen Indonesia (SMGR) Cetak Laba Rp 1,71 Triliun, Harga Sahamnya Masih Jauh dari Target
Pelapis anti bocor, cat tembok, serta cat kayu dan besi tercatat penyumbang terbesar penjualan AVIA, masing-masing sebesar 25%, 23%, dan 20%. Selain varian produk yang lebih ekonomis, AVIA telah meluncurkan Avitex Gold untuk kategori cat tembok, dengan kontribusi penjualan sekitar 5% sejak diluncurkan pada akhir 2022.
Tambah Jaringan Distribusi
Di samping peluncuran beberapa varian produk baru, AVIA konsisten menambah jaringan distribusi. Sampai akhir September 2023, perusahaan telah memiliki 116 pusat distribusi dengan 14 pusat distribusi mini, yang tersebar di seluruh provinsi dan menjangkau seluruh kota di Indonesia.
“AVIA terus berusaha meningkatkan one-day delivery service dalam radius 50 km, dari pencapaian saat ini sebesar 96%,” imbuh Ruslan.
Pertumbuhan penjualan AVIA diikuti pertumbuhan laba kotor, EBITDA, maupun laba bersih. Sampai akhir September 2023, AVIA membukukan laba kotor Rp 2,3 triliun dengan tingkat margin 44,2%, tumbuh 15,2% dibanding periode sama tahun lalu dengan margin 40%.
Baca Juga
Bisnis Hotel dan Mal Kian Pulih, Laba Emiten Properti INPP Melambung 636%
Ruslan juga menginformasikan, EBITDA Avia Avian sampai kuartal III-2023 tercatat sebesar Rp 1,4 triliun, dengan margin 27,6%, tumbuh 11,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Dalam kurun Januari-September 2023, laba bersih Avia Avian naik tipis, yakni 5,55% (yoy) menjadi Rp 1,14 triliun dengan margin 22,1%.
“Pertumbuhan laba dan arus kas yang kuat membuat kami yakin akan terus dapat memaksimalkan pembagian dividen bagi para pemegang saham,” ucapnya. (CR-10)
