Bos Bulog Ungkap 3 Tantangan Besar Pangan di 2024, Apa Itu?
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkap tiga tantangan terbesar untuk menjaga stabilitas pangan pada 2024 mendatang.
Pertama adalah adanya penurunan produksi karena perubahan iklim yang salah satunya karena El Nino. "Kalau kita lihat tren productivity dari tanaman pangan khususnya beras itu trennya turun, plus El Nino. Jadi produksi kita memang turun," ucapnya dalam sebuah diskusi di Bulog Corporate University Jakarta, Kamis (21/12/2023).
Kemudian yang kedua menurut Bayu adalah adanya peningkatan harga atau biaya di sektor pangan, terutama harga pupuk yang saat ini tengah melonjak. Serta yang ketiga adalah kenaikan harga pangan dunia hingga kebijakan pemerintah di negara-negara lain.
Baca Juga
Sambut Pemilu kok Bulog Impor Beras 500 Ribu Ton? Ini Penjelasannya!
"Karena rantai pasoknya belum pulih, karena kebijakan-kebijakan pemerintah negara yang lebih protektif dan sebagainya. Jadi 3 tantangan besar. Intinya itu," tambah Bayu.
Lebih lanjut, Bayu menilai, ketiga tantangan terbesar di sektor pangan tersebut hingga kini masih menghadapi ketidakpastian. Namun, ia mengklaim pihaknya telah dan akan melakukan berbagai macam cara untuk mengatasinya.
"Pertama adalah harus ada cadangan pangan pemerintah. Teorinya, rumusnya, pengalamannya, keberhasilan negara lain semuanya menunjukan kalau ada stabilitas, maka harus punya stok," terangnya.
Baca Juga
Salurkan 938 Ribu Ton Beras SPHP, Bulog Sebut 85,50% Target Sudah Terealisasi
Terkait sistem stok pangan, Bayu menjelaskan bahwa hal tersebut tidak hanya berfokus pada jumlah beras yang ada di gudang Bulog. Melainkan juga stok yang sedang dalam perjalanan menuju gudang hingga kontrak untuk mengimpor beras.
"Karena yang harus kita perhatikan itu tidak hanya stok tapi stock and flow of the product. Barang yang sedang dikontrak ada berapa, Produknya yang sudah dalam perjalanan berapa besar," tandas Bayu.

