Cina Bangun Lagi PLTU, Industri Batu Bara Indonesia Bangkit
Opini oleh Alif Ihsanario, Research Analyst PT MNC Sekuritas
INVESTORTRUST.ID – Industri batu bara di Indonesia kembali bergairah, didorong mengguatnya permintaan baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Aktivitas pertambangan meningkat, produksi tumbuh 12,4% year on year (yoy) hingga Oktober 2023, menembus 646,6 juta ton berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.
Penjualan domestik tumbuh sebesar 8,7% menjadi 267,7 juta ton. Demikian pula ekspor naik 6,3% yoy ke 323,4 juta ton.
Yang menarik, kebangkitan industri batu bara ini terjadi di tengah produksi batu bara Cina yang melonjak 3,8% yoy. Negara komunis itu merupakan tujuan ekspor batu bara Indonesia yang terbesar.
Digenjotnya produksi batu bara Negeri Tirai Bambu itu memiliki target jelas, yakni untuk memenuhi konsumsi listrik yang terus meningkat sebesar 5,9% yoy. Konsumsi di negara dengan penduduk terbanyak kedua di dunia itu mencapai 769 miliar KWh hingga Oktober 2023.
Itulah sebabnya, meski Cina menggenjot produksi batu bara di dalam negeri, impor batu baranya tidak terpengaruh. Bahkan, melonjak 98,1% yoy dalam periode yang sama. Impor India yang merupakan negara dengan populasi terbanyak di dunia juga tumbuh 10,3% yoy, seiring dengan pencapaian output mereka yang mencapai rekor tertinggi.
Baca Juga
Bangun Lagi PLTU Batu Bara
Harga batu bara kami perkirakan akan stabil pada level saat ini, didukung permintaan Cina dan India yang diperkirakan tetap kuat setidaknya hingga akhir tahun, sebelum mulai menurun. Compound annual growth rate (CAGR) masing-masing sebesar 2,0% dan 3,1%, menurut perkiraan S&P.
Baca Juga
Peneliti Sebut Emisi Karbon LNG Tak Lebih Baik dari Batu Bara
Kedua negara bertetangga itu memiliki agenda untuk bergegas meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara (coal-fired power plant/CFPP). Cina tercatat telah mengizinkan pembangunan CFPP sebesar 243 GW yang kini dalam tahap konstruksi dan masih berpotensi ditambah menjadi 392 GW, jika skenario awal berjalan lancar. Demikian pula negara tetangganya India, meskipun lebih rendah, mempertimbangkan hingga 65,3 GW.
Rencana peningkatkan kapasitas PLTU batu bara kedua negara dengan penduduk terbanyak di dunia itu bersesuaian dengan output batu bara Indonesia yang solid. Indonesia merupakan salah satu eksportir terbesar batu bara dunia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI memperkirakan produksi tahun 2024 dipertahankan sekitar 700 juta ton. Sementara untuk harga batu bara Newcastle, kami proyeksikan berada di sekitar US$ 120/ton tahun depan.

