Pembangunan MRT Fase 2 Terus Dikebut, Ini Progresnya
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mengebut pembangunan proyek moda raya terpadu (MRT) fase 2 yang membentang sepanjang 11,8 km dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Progresnya sejauh ini lancar.
Proyek fase 2 melanjutkan koridor utara-selatan fase 1 yang telah beroperasi sejak 2019, yaitu dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Pembangunan fase 2 terdiri atas dua tahap, yakni fase 2A dan 2B.
“Fase 2A mencakup tujuh stasiun bawah tanah yang meliputi Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota dengan total panjang jalur sekitar 5,8 km,” jelas manajemen MRT Jakarta dalam dokumen yang diperoleh investortrust, Jumat (20/10/2023).
Manajemen MRT Jakarta mengungkapkan, pengerjaan konstruksi fase 2A dibagi dalam tiga paket kontrak, yaitu CP 201 untuk membangun Stasiun Thamrin dan Monas serta jalur sepanjang 1,96 km, CP 202 (Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga besar serta jalur sepanjang 1,19 km), serta CP 203 (Stasiun Glodok dan Kota serta terowongan sepanjang 0,69 km dan cut and cover tunnel 0,18 km).
Shimizu dan Adhi Karya
CP 201, menurut manajemen MRT Jakarta, dikerjakan kontraktor Shimizu dan Adhi Karya Join Venture (SAJV). Berdasarkan laporan PT MRT Jakarta, saat ini progres proyek CP 201 (Thamrin-Monas) sudah mencapai 62,81%.
Manajemen MRT Jakarta menjelaskan, pembangunan Stasiun Monas telah masuk tahap pengecoran platform slab stasiun, pengecoran tangga akses, penggalian launching shaft box jacking entrance 1 Jl Museum, ventilation tower 1, dan entrance 2 Jl Silang Barat Daya Monas, pengecoran temporary opening concourse dan roof slab, serta pemasangan sistem HVAC.
Itu belum termasuk sistem elektrikal dan sistem pemadam kebakaran dengan gas pada gardu induk, pengetesan sistem mekanikal elektrikal gardu induk, serta pemasangan saluran ventilasi, kabel, pipa suplai air.
“Selanjutnya adalah tahap pembangunan drainase dan sistem kebakaran stasiun, instalasi dinding ruangan gardu induk dan stasiun, pengecatan dinding gardu induk, pemasangan pintu besi, demountable wall, serta atap akses permanen gardu induk,” papar manajemen MRT.
Adapun pengerjaan Stasiun Thamrin, menurut manajemen MRT, meliputi pengecoran roof slab, penggalian dan pengecoran base dan concourse slab, pengecoran kolom sisi utara stasiun, pekerjaan drainase sisi utara stasiun, serta pemasangan sistem pembumian (grounding) di bawah base slab.
Pada akhir September 2023, mesin bor terowongan 2 (TBM-2) telah selesai membangun terowongan northbound sisi utara Stasiun Monas hingga Stasiun Harmoni, dilanjutkan pembongkaran TBM-2. “Sedangkan mesin bor terowongan 1 (TBM-1) masih membangun terowongan southbound dari Stasiun Monas sisi utara ke Stasiun Harmoni,” jelas manajemen MRT Jakarta.
CP 202 Sudah 18,73%
Beralih ke proyek CP 202 (Stasiun Harmoni-Sawah Besar-Mangga Besar) yang juga dikerjakan kontraktor Shimizu-Adhi Karya Join Venture (SAJV), progres pengerjaan sudah mencapai 18,73%.
“Pembangunan dinding penahan tanah (Diagprahm Wall/D-Wall) Stasiun Mangga Besar sudah dimulai sejak Senin (2/10/2023),” ungkap manajemen.
D-Wall, menurut manajemen MRT Jakarta, bakal berfungsi sebagai dinding stasiun. Pekerjaan ini membutuhkan waktu sekitar 253 hari. Ada sekitar 110 panel dinding yang akan dibangun hingga kedalaman 49,45 meter. Ini diperlukan karena kedalaman Stasiun Mangga Besar mencapai 29 meter.
Manajemen MRT Jakarta mengemukakan, Stasiun Mangga Besar dan Sawah Besar bakal memiliki desain unik. Soalnya, keduanya akan menjadi stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia.
“Dibangun hingga empat lantai di bawah tanah, Stasiun Mangga Besar memiliki panjang 223 meter dengan lebar 19 meter serta kedalaman 29 meter dan Stasiun Sawah Besar dengan panjang 250 meter, kedalaman 28 meter, dan lebar 17 meter,” jelas manajemen.
Tidak Ada Kendala Berarti
Di sisi lain, progres pengerjaan CP 203 (Stasiun Glodok dan Kota) oleh kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Co dan Hutama Karya Join Venture (SMCCHK JV) sudah mencapai 39,60%. Pekerjaan di Stasiun Glodok meliputi waterproofing area platform, struktur kolom level base slab, struktur kolom level concourse, persiapan TBM launching area, dan pekerjaan soil pit tunnelling.
Di Stasiun Kota sedang dilakukan persiapan pekerjaan penggalian tanah untuk roof slab, pemasangan road decking, pekerjaan pemasangan strut and waller, penanganan temuan terakota pipa air kuno tahap 2, dan pekerjaan pembongkaran struktur existing tempat penyeberangan orang (TPO) dan persiapan lahan entrance B untuk stockyard.
Public Relations SMCC Hutama Karya, Roni Solihin mengatakan, sejauh ini perkembangan pembangunan proyek CP 203 berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti. Ia yakin pembangunan ini bisa diselesaikan sesuai target.
“Pembangunan di CP 203 sejauh ini lancar dan tidak ada kendala. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai dengan target yang sudah ditetapkan,” kata Roni Solihin saat ditemui investortrust.id, Jumat (20/10/2023).
Menurut dia, fase 2A terdiri atas dua segmen, yaitu segmen 1 dari Bundaran HI hingga Harmoni dan segmen 2 dari Harmoni hingga Kota. Segmen 1 dan 2 direncanakan rampung masing-masing pada Juni 2027 dan April 2029.
Beroperasi secara Bertahap
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memastikan pembangunan fase 2A berjalan sesuai target. MRT fase 2A CP 201 ditargetkan beroperasi pada 2027 secara bertahap.
“Nanti kalau sudah selesai sampai Harmoni, bisa langsung beroperasi dari HI menuju Harmoni. Pembangunan Harmoni-Kota tetap berjalan," ujar Heru Budi Hartono berdasarkan laporan pihak MRT.
Dia menambahkan, MRT fase 2A sampai Kota kuat menahan gempa sampai 8 skala Richter. Konstruksinya aman dari segala penjuru. “Dulu pernah dibahas, ini juga tidak mengganggu konstruksi Monas,” ucap dia.
Heru mengakui, pembangunan MRT Jakarta fase 2 sejatinya membuat sejumlah ruas jalan ditutup dan dialihkan, seperti Kawasan Gajah Mada dan Glodok. Namun, kondisi ini dimaklumi masyarakat.
“Pastinya dengan adanya pembangunan MRT ini jalanan jadi lebih sempit dan sering terjadi kemacetan. Tapi tidak apa-apa sih karena ini kan demi menjadikan Jakarta lebih baik lagi,” ujar Fauzi, warga yang tinggal di kawasan Glodok.
Sementara itu, proyek fase 2B terdiri atas dua stasiun bawah tanah (Mangga Dua dan Ancol) dan satu depo di Ancol Barat dengan total panjang jalur sekitar 6 km. Fase 2B sedang dalam studi kelayakan.
Berbeda dengan fase 1, sejak awal pembangunan fase 2A dilakukan dengan konsep transit-oriented development (TOD). Sejumlah infrastruktur dibangun sekaligus saat pembangunan konstruksi stasiun dan terowongan.
Mengenai pendanaan, fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp 25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. (CR-8)

