Apa Kabar Pembangunan IKN? Ini Progresnya!
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN (Ibu Kota Nusantara), Danis H Sumadilaga mengungkapkan, progres pembangunan IKN sudah hampir 60% di batch (kelompok proyek) I, sedangkan batch II baru sekitar 3%.
Fokus utama Satgas saat ini adalah merampungkan pembangunan infrastruktur dasar, salah satunya hunian aparatur sipil negara (ASN) yang akan fungsional pada Agustus 2024.
"Jadi, kalau kita berbicara target 2024, ada target pada Agustus, yaitu upacara HUT Kemerdekaan 17 Agustus dan awal pemindahan para ASN. Sebanyak 12 tower dari total 47 tower ditargetkan selesai sebelum itu. Jadi, bertahap sampai semuanya rampung (47 tower) pada akhir 2024," kata Danis di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar lainnya yang mengalami percepatan adalah jalan tol seksi 3A, 3B, dan 5A. Jalan tol yang akan rampung terlebih dahulu adalah Jembatan Pulau Balang.
"Yang paling cepat progres pembangunannya adalah jalan tol seksi 3A, 3B, dan 5A, karena sebelumnya ada masalah tanah. Sekarang kami kejar terus progresnya. Jadi, tol yang segera rampung itu yang melalui Pulau Balang dulu, akan fungsional pada 2024," tutur Danis.
Danis Sumadilaga membantah anggapan bahwa progress pembangunan IKN berjalan lambat. Yang menjadi fokus utama saat itu adalah infrastruktur dasar, dari air minum hingga hunian.
"Tidak ada yang lambat. Yang diutamakan pasti basic infrastructure dulu, seperti air minum, jalan, perumahan, kantor, dan akhirnya nanti seluruh infrastruktur akan selesai pada akhir 2024," tandas dia.
Bergerak Cepat
Terkait tantangan dalam pembangunan IKN yang tinggal satu tahun lagi dari target, Danis Sumadilaga menuturkan, pemerintah bersama kontraktor harus bergerak cepat dan terus memastikan suplai material bangunan.
"Tantangannya adalah kami harus bergerak cepat dan memastikan suplai material terus ada. Suplai material (terutama batu) itu kan diambil dari luar, kemudian kami manage. Sekarang hampir 1.600 kendaraan di sana, kamiharus pastikan beroperasi penuh, sehingga dukungan bahan bakarnya pun harus terjamin," tutur Danis.
Terkait biaya material konstruksi, Danis menyatakan, meskipun ada kesulitan ketika harga naik, pemerintah akan memastikan pembangunan IKN tidak melambat, apalagi sampai terhenti.
"Kami ada konsorsium BUMN yang mencoba meningkatkan penjamin suplai logistic. Untuk batunya, itu diambil dari Sulawesi Tengah, Banten, sampai Jawa Timur," kata Danis. (CR-3)

