Indonesia Kebut Transformasi Digital, Menkominfo: Tingkatkan Dulu Kecepatan Internet
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menilai, transformasi digital yang sedang dikebut pemerintah akan sulit terwujud jika kecepatan internet yang ada di Indonesia masih rendah. Menurutnya, peningkatan kecepatan internet adalah hal utama yang harus difokuskan saat ini.
"Kalau kita nggak bisa meningkatkan kecepatan internet, jangan harap kita akan melalui transformasi digital ini secara baik," kata Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam acara konferensi pers Topping Off Bersama Data Digital Centres di Jakarta, Selasa (21/11/2023).
Baca Juga
Benarkah Transisi Energi Percepat Transformasi Digital? Ini kata Wamenkominfo!
Budi Arie menjelaskan, transformasi digital memerlukan syarat infrastruktur digital yang harus kuat. Beberapa hal yang diperlukan adalah data center dan kecepatan internet.
Disebutkan oleh Budi Arie, jika Indonesia mau menjadi negara maju maka effort yang dilakukan harus luar biasa besar. Karena berdasarkan data per hari ini, penetrasi internet masoh berkisar di angka 78%.
"Ini yang selalu saya keluhkan ke banyak teman, ke banyak ekosistem telekomunikasi, kecepatan internet kita masih rendah, masih 23,3 mbps, walaupun kalau di Jakarta udah lebih tinggi tentu saja," terang Budi Arie.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Janji Beri Layanan Internet Terbaik, Simak Strateginya
Lebih lanjut Budi Arie menyebutkan ada tiga isu utama dalam industri internet ini. Pertama adalah coverage, kedua kapasitas, dan ketiga kualitas. Maka dari itu ia sedang mendorong Asosiasi Telepon Seluler Indonesia untuk sama-sama menggodok insentif untuk 5G di Indonesia.
"Jadi soal infrastrukturnya itu penting karena itu akan mendukung yang lain-lain, digital yang lain seperti e-commerce. Ini juga harus disadarkan oleh seluruh ekosistem digital kita. Begitu kecepatan meningkat maka semua akan berkembang pesat dan merata. Dan itu syarat Indonesia menjadi negara maju," ujar Budi Arie. (CR-8)

