Mundur 2 Tahun, Proyek Blok Masela Baru Akan Operasi 2029
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto menyampaikan, proyek Lapangan Abadi Blok Masela ditargetkan baru akan beroperasi pada 2029. Target tersebut molor dua tahun dari yang semula direncanakan.
Dwi Soetjipto menerangkan, ada sejumlah hal yang menyebabkan molornya target ini. Salah satunya adalah pandemi Covid-19 yang sempat membuat kegiatan terganggu selama kurang lebih dua tahun.
“Sejauh dengan asumsi bahwa pandemi itu berlangsung sekitar 2-2,5 tahun, dan tadinya 2027 ditargetkan, maka ini diharapkan menggeser hingga akhir 2029," kata Dwi Sotejipto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (27/3/2024).
Proyek ini diberikan status Proyek Strategis Nasional (PSN) pada September 2017. Namun, pada tahun 2020-2022 proyek ini mengalami stagnasi. Selain karena Covid-19, terdapat pula faktor lain seperti divestasi Shell, munculnya tuntutan transisi energi, dan harga minyak dunia yang jatuh sangat dalam.
Baca Juga
“Kemudian pada 2023 proses terus berlanjut untuk menyelesaikan semua ini. Covid-19 selesai, divestasi Shell juga alhamdulillah tahun lalu selesai dengan pengalihan PI, yaitu Inpex Masela 65%, PHE Masela 20%, dan Petronas Masela 15%,” papar Dwi Soetjipto.
Hal ini dilanjutkan dengan persetujuan revisi kedua POD 1 pada 28 November 2023. Kemudian, amandemen PSC telah diteken 2 Februari 2024. Sementara, dokumen Amdal dalam finalisasi.
“Land acquisition area non hutan, land delivery selesai di Februari 2024, jadi yang non hutan. Sedangkan area hutan yang untuk LNG Plant penyampaian ke KLHK untuk pelepasan area hutan dalam proses," sebut dia.
Maka dari itu, kini SKK Migas mengharapkan dukungan Komisi VII DPR terkait implementasi cost recovery, antara lain revisi PP No. 27 Tahun 2017, terkait juga masuknya carbon capture storage (CCS) di dalam perhitungan cost recovery.
Baca Juga
Blok Masela Resmi Lanjut, Segini Pendapatan yang Bisa Diraup Pemerintah
Proyek Abadi Masela ini memiliki cadangan gas yang merupakan salah satu terbesar di Indonesia, yaitu 18,3 TCF. Lokasinya terletak di 180 km Barat Daya Kepulauan Tanimbar atau 2.700 km dari Jakarta. Berada di 400-800 m Sea Water Depth, dan kemudian sekitar 4.000 m kedalaman sumur.
“Kapasitas produksi yang direncanakan adalah total produksi 9,5 juta ton per tahun LNG dan 150 juta kaki kubik per hari gas pipa yang nanti direncanakan untuk industri petrokimia atau industri pupuk di sana, dan sekitar 35.000 ribu barel minyak per hari kondensat,” ujar Dwi Soetjipto.

