Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung, Mentan Tempuh Cara Ini
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak semua pihak mulai dari pemerintah pusat hingga daerah untuk fokus melakukan upaya peningkatan produksi pangan. Caranya dengan pemanfaatan lahan rawa baik pasang surut, maupun lahan tadah hujan, serta opsi nonirigasi di sejumlah daerah.
Ia pun menyebutkan, potensi lahan yang dapat digunakan untuk menambah produksi padi dan jagung adalah lahan rawa dan lahan kering yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kondisi sekarang memprihatinkan, karena ada krisis global, jika krisis ekonomi, petani masih bisa survive, jika krisis kesehatan juga masih bisa dilewati, tetapi kalau krisis pangan, itu bisa melompat menjadi krisis politik dan bisa menyebabkan konflik sosial, dan itu bahaya,” ucapnya pada keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (21/11/2023).
Selain lahan, menurutnya, persiapan percepatan tanam juga diupayakan dari sisi dukungan anggaran, dan pembenahan tata kelola serta pendistribusian pupuk bersubsidi. Ia menjelaskan petani yang tadinya hanya bisa akses pupuk bersubsidi melalui kartu tani, nantinya juga dapat mengakses pupuk hanya dengan KTP.
Baca Juga
Genjot Produksi Pangan, Kementan Ikut Tanam Jagung di Kebun Kelapa di Manado
“Upaya-upaya percepatan tanam kita lakukan, juga anggarannya sudah disetujui 5,8 Triliun, mudah mudahan tahun depan bisa kita tekan impor dan tingkatkan produksi, begitupun pupuk, petani yang bermasalah dengan pupuk, karena harus dengan kartu tani, sekarang bisa dengan hanya KTP” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil mengatakan, Kementan telah mengusulkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2023 sebesar Rp 5,83 triliun. Dana akan digunakan untuk mendukung peningkatan produksi padi dan jagung melalui berbagai tindakan yaitu kegiatan percepatan tanam.
Kementan juga akan mendorong peningkatan produksi padi dan jagung melalui penyedia benih, alsintan, pupuk dan pestisida. Terbuka pula opsi optimalisasi lahan rawa dan insentif bagi petugas lapangan.
“Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian konsisten mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan ABT 2023 & 2024 sebesar Rp 3,1 triliun melalui kegiatan Survey Investigation Design (SID), Optimasi Lahan, Pupuk dan Alsintan Prapanen, yang direncanakan dilaksanakan dalam 2 tahap” terang Ali. (CR-9)
Baca Juga
Kementan Targetkan 200 Ribu Hektare Lahan Rawa di Kalsel Jadi Lumbung Pangan

