Investor Inggris dan Eropa Minati Proyek US$ 560 Juta dalam Indonesia Investment Forum
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia Investment Forum (IIF) 2023 yang menawarkan proyek investasi senilai 560 juta dolar Amerika Serikat berhasil menjaring minat para investor Inggris dan Eropa. Sebanyak 13 proyek dipromosikan IIF, di sektor energi, industri, kendaraan listrik, pariwisata, infrastruktur, transportasi, pertambangan, dan digitalisasi.
"Proyek tersebut ditawarkan pada sesi business matching IIF 2023. Estimasi total potensi investasi senilai 560 juta dolar AS berhasil menarik minat sekitar 20 investor Inggris dan Eropa," papar keterangan KBRI London sebagaimana dirilis Antara, Sabtu (07/10/2023).
Mengusung tema “Fostering Sustainable Growth through Green Investment and Digital Transformation”, IIF 2023 berupaya ikut mewujudkan visi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan berbasis energi baru dan terbarukan serta ekonomi digital. Duta Besar RI untuk Inggris Raya Desra Percaya menyampaikan, IIF dimaksudkan untuk menjadi medium penjajakan, identifikasi, dan membentuk kerja sama di bidang investasi dengan mitra di Inggris dan kawasan Eropa.
Forum ini juga memberikan informasi mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter untuk meningkatkan kepercayaan investor asing ke Indonesia. "Saat ini Inggris merupakan peringkat 10 investor terbesar Indonesia. Investasinya senilai lebih dari 500 juta dolar AS dan total perdagangan senilai 2,7 miliar dolar AS. Potensi dan kesempatan juga masih terbuka luas," ujar Desra.
Baca Juga
Ekonomi RI Tumbuh Solid, Jerman Kepincut Jalin Kerja Sama Investasi Baru
Mineral Penting hingga EV
Potensi investasi di Indonesia juga diakui oleh perwakilan pemerintah Inggris, yang hadir pada forum yang diselenggarakan KBRI London bersama Bank Indonesia dan IIPC London tersebut. Menteri Negara Urusan Keamanan Investasi serta Industri dan Keamanan Ekonomi Inggris Raya Nusrat Ghani MP menekankan pentingnya peningkatan kerja sama pada sektor yang menjadi fokus Inggris dan Indonesia, yaitu pengembangan ekosistem kendaraan listrik, mineral penting (critical minerals), dan infrastruktur energi hijau.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga hadir menjadi salah satu pembicara kunci dalam forum tersebut. Dia menyampaikan alasan penting untuk berinvestasi di Indonesia, antara lain memiliki kondisi makroekonomi stabil dengan defisit fiskal di bawah 3 persen produk domestik bruto (PDB), nilai tukar rupiah stabil, dan inflasi menurun.
Dalam sambutan virtualnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 5,7 persen dan tingkat inflasi 4 persen, di tengah ketidakpastian ekonomi global. "Stabilitas politik Indonesia yang terjaga baik juga menunjukkan perhatian besar Pemerintah Indonesia terhadap investasi asing," ungkapnya.
Baca Juga
Aliran Modal dari Amerika Terus Mengucur, PepsiCo Investasi US$ 200 Juta
IIF 2023 yang menghadirkan pembicara dari Inggris dan Indonesia ini dilaksanakan secara hybrid di KBRI London. Acara itu dihadiri sekitar 200 peserta yang merupakan pelaku bisnis, pemimpin perusahaan multinasional, pejabat tinggi perbankan, dan dari institusi ekonomi yang telah melalui proses kurasi oleh tim gabungan KBRI London, Bank Indonesia, dan IIPC London. IIF tersebut sekaligus merupakan pembuka dari rangkaian kegiatan Experience Indonesia, yang menggelar pertunjukan seni budaya dan pameran produk UMKM “Indonesian Night”.

