OJK: Investor Luar Negeri Tetap Minati Investasi di Bank Lokal
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan masih tingginya minat investor luar negeri untuk menanamkan modal di sektor perbankan dalam negeri. Meskipun sejumlah bank asing mengurangi fokus bisnis di Indonesia.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2023, dikutip Senin (15/1/2024).
Baca Juga
"Pertumbuhan ekonomi positif dan demografi Indonesia yang besar menarik minat investor mencari pertumbuhan jangka panjang di Indonesia," ujarnya.
Dian mengatakan, dukungan juga datang dari kebijakan pemerintah, termasuk upaya mempermudah regulasi dan memberikan insentif pajak dan kemudahan izin tenaga kerja asing (TKA) memberikan signal positif.
"Inovasi dan digitalisasi di sektor perbankan menjadi faktor penentu menariknya investasi sektor perbankan bagi investor luar negeri," ungkapnya
Selain itu, Dian membeberkan, kemitraan strategis dengan bank lokal dapat memperkuat posisi bank asing di pasar yang terus berkembang. Hal tersebut menunjukkan bahwa investasi asing di sektor perbankan Indonesia tetap relevan.
"Bank asing yang menggabungkan adaptabilitas, inovasi, dan kemitraan strategis memiliki peluang baik untuk sukses dalam lingkungan bisnis yang dinamis," terangnya.
Baca Juga
Pemangkasan Bunga The Fed akan Untungkan Sektor Perbankan dan Properti
Secara keseluruhan, bank asing di Indonesia menunjukkan pemulihan yang solid pasca pandemi dengan fondasi yang kokoh. Total aset, DPK, dan kredit bank asing secara agregat bertumbuh positif dalam satu dekade terakhir, meskipun terdapat penurunan DPK pada tahun pandemi 2020. Risiko kredit menunjukkan perbaikan progresif, tercermin dari tren penurunan rasio NPL dan loan at risk.
Adapun, ketahanan likuiditas dan permodalan bank asing juga tergolong baik, dengan rasio LDR yang melebihi 100%, dipengaruhi oleh sumber dana yang mencakup modal dan dana dari luar negeri. Rentabilitas menunjukkan tren perbaikan, terutama didukung oleh pendapatan treasury. Proposisi bank asing sebagai lembaga dengan jaringan global tetap menjadi nilai tambah, terutama bagi nasabah segmen institutional dan corporate.
"Dengan demikian, bank asing tetap menjadi pemain yang relevan dalam mendukung perekonomian Indonesia," imbuhnya.

