PLN: El Nino dan Perubahan Iklim Ganggu Produksi Listrik PLTA dan PLTB
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo mengungkap fenomena El Nino dan perubahan iklim mengganggu produksi Listrik, karena imbas minimnya pasokan air yang dialami pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan minimnya angin pada pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB.
Darmawan menyebut perubahan iklim membuat anomali seperti El Nino menjadi lebih sering terjadi dibanding biasanya.
"Dulu sebelum adanya global warming, 10 tahun hanya 1 kali anomali. Sekarang, tahun ini kita mengalami El Nino, tahun depan sampai bulan Mei diperkirakan akan terjadi El Nino lagi. Tahun 2026 diprediksi akan terjadi El Nino lagi, 2028 akan terjadi El Nino lagi prediksinya sudah bergeser dengan adanya perubahan iklim," kata Darmawan saat membuka Apel Siaga Kelistrikan menjelang Nataru 2023-2024 di Kantor Pusat PLN, kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga
Akibatnya, berbulan-bulan tidak terjadi hujan seperti yang dirasakan masyarakat Indonesia pada Agustus hingga November 2023. Bahkan El Nino tahun ini masih bisa terjadi hingga Februari 2024.
Kondisi kering itu membuat permukaan air sungai dan danau turun sehingga tenaga untuk menggerakkan turbin PLTA berkurang, atau bahkan tidak tersedia sama sekali. Setidaknya hal itu dirasakan pada PLTA di Sulawesi bagian selatan.
"Di Sulawesi bagian selatan pasokan PLTA berkurang 700 megawatt (MW) yang disebabkan ketinggian air di danau-danau berkurang drastis karena curah hujan yang tidak muncul," ucapnya.
Hal yang sama juga terjadi pada PLTB. Menurutnya, perubahan iklim membuat angin yang biasanya bertiup kencang menjadi berhenti.
"Dengan adanya El Nino ternyata membuat angin yang tadinya bertiup kencang menjadi tidak bertiup, sehingga pembangkit listrik tenaga bayu kita yang beroperasi juga berkurang produksi listriknya," tuturnya.
Darmawan mengakui perubahan iklim membuat sistem kelistrikan menghadapi tantangan yang serius. Namun PLN terus berupaya memetakan tantangan yang ditemui pada setiap pembangkit sebagai langkah antisipasi.
"Tentu saja PLN tidak akan menyerah menghadapi tantangan seperti itu. Saya memerintahkan seluruh tim PLN, sudah sebulan ini kami memetakan seluruh tantangannya dan setiap tantangan itu kita koreksi sehingga kita tetap bisa menyediakan sistem kelistrikan yang andal," jelasnya. CR-14

