Melongok Peluang Investasi Perumahan di IKN
JAKARTA, invesortrust.id – Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur ternyata menyimpan banyak peluang bagi para pemodal untuk menangguk cuan. Salah satunya adalah sektor perumahan yang membutuhkan partisipasi investor seiring tingginya permintaan.
Rasanya tak berlebihan jika investasi di sektor perumahan di IKN bakal jadi primadona. Pelaku usaha properti dapat ikut berkontribusi secara aktif bukan hanya dalam membangun rumah, tetapi juga membangun berbagai fasilitas pendukung lainnya sehingga lebih terwujud sebuah ekosistem perkotaan yang lebih inklusif.
Peluang investasi di bidang perumahan dan properti di IKN bisa dibilang sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari kebutuhan rumah di IKN sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 63/2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara sekitar 16.000 rumah.
Pembangunan perumahan di IKN untuk tahap I dibangun sebanyak 2.500 unit melalui pembiayaan APBN. Sementara 3.000 unit melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Tak hanya permintaan pasar yang besar, investor juga dimanjakan dengan sejumlah insentif. Pemerintah kabarnya memberikan dukungan kemudahan berusaha berupa insentif fiskal dan non fiskal kepada investor di IKN sesuai dengan ketentuan PP 12 tahun 2023, yang meliputi insentif perpajakan, fasilitas pajak khusus dan penerimaan khusus, fasilitasi penyediaan lahan, dan fasilitasi sarana prasarana.
Namun, yang patut diketahui investor adalah soal konsep pembangunan perumahan dan sarana di IKN, terutama harus tetap memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan yang ada. Hal itu sesuai dengan konsep pembangunan IKN yakni smart and green.
Kementerian PUPR saat ini terlibat dalam rencana pemindahan ibu kota negara ke IKN Nusantara melalui penyiapan sejumlah infrastruktur dasar. Di sektor perumahan, Kementerian PUPR telah membangun Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) sebagai sarana hunian sementara yang dapat menampung hingga 16 ribu pekerja konstruksi di IKN.
Selain itu, juga membangun 36 unit Rumah Tapak Jabatan Menteri (RTJM) dan segera memulai pembangunan rumah susun bagi ASN, TNI dan Polri di zona Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Perihal tingginya permintaan, hasil riset dari perusahaan teknologi real estate 99 Group mengungkap permintaan properti di beberapa kota di kawasan IKN semakin meningkat.
Permintaan properti di dua kota terdekat dari IKN, yakni Balikpapan dan Samarinda masing-masing meningkat sebesar 57% dan 1% secara year-to-date (ytd) hingga September 2023.
"Ini kita coba lihat dari dua kota terdekat di IKN ya, Balikpapan dan Samarinda. Nah, kalau untuk Balikpapan dan Samarinda, year-to-date dari Januari sampai September, pertumbuhan permintaan di Balikpapan itu sebesar 57% dan Samarinda 1%," kata Head of Research 99 Group Marisa Jaya, belum lama ini.
Di daerah lainnya seperti Berau, Bontang, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, permintaan properti masih di bawah 1%. Tren permintaan properti di kota-kota kawasan IKN tersebut masih cenderung fluktuatif setiap bulannya.
Hasil riset juga mencatatkan pertumbuhan permintaan properti di Balikpapan secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 149,8% dan Samarinda sebesar 28,7%.
Lebih lanjut, jika dilihat dari preferensi berdasarkan tipe properti, kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan mencatatkan pencarian yang tinggi untuk rumah tapak, masing-masing sebesar 48,1% dan 59,4%.
Selain dua kota besar itu, terdapat kota-kota lain dengan proporsi permintaan rumah tapak yang tinggi seperti Bontang sebesar 60%, dan Kutai Timur sebesar 33,3%.
Marisa menambahkan, beberapa area lain yang mencatatkan pemintaan paling kecil terhadap rumah tapak, namun memiliki minat tertinggi di tanah atau lahan kosong adalah Penajam Paser Utara yang tercatat sebesar 88%, Kutai Kartanegara sebesar 86,7% dan Berau 62,9%.
Soal besarnya peluang investasi di IKN juga diamini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Seperti dikatakan Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto di Jakarta, Senin (13/11/2023), “Kebutuhan rumah di IKN sangat besar karena pusat pemerintahan pindah ke sana diikuti dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas hankam serta masyarakat umum."
Paling Diminati Investor
Setali tiga uang, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pun mengungkap data yang menyebutkan sektor perumahan menjadi investasi yang paling diminati investor dalam pembangunan IKN.
Hingga kini terdapat lebih dari 300 Letter of Intent (LoI) yang diterima OIKN. Dari jumlah itu, sebanyak 130 LoI terkait sektor perumahan, kemudian sektor komersial dengan 71 LoI.
Sektor pendidikan menjadi sektor ketiga yang juga diminati dalam pembangunan IKN dengan 63 LoI. Lalu, sektor transportasi dan fasilitas kesehatan masing-masing menjadi sektor keempat serta kelima yang paling banyak peminat di IKN.
“Untuk LoI pada sektor transportasi berkaitan dengan penyediaan dengan transportasi publik yang cerdas dan ramah lingkungan, seperti bus listrik,” kata Sekretaris OIKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya
Transportasi ramah lingkungan menjadi penting, karena kendaraan-kendaraan yang diperbolehkan masuk dan melintas di IKN merupakan kendaraan-kendaraan ramah lingkungan atau berbasis energi baru terbarukan.

