Harga Cabai Turun 65%, Kemendag Khawatir Petani Tak Dapat Untung
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut penurunan harga komoditas pokok yang paling terlihat saat hari ke-12 Ramadan ini adalah cabai. Menurut Zulhas, sapaannya, harga cabai turun 65%, dari Rp 100.000 per kilogram menjadi Rp 35.000 per kilogram.
“Artinya panennya nggak masalah. Memang hujannya tidak selebat kemarin. Kalau hujannya nggak berhenti-berhenti berarti panennya gagal,” kata Zulhas saat meninjau Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu (23/3/2024).
Zulhas mengatakan komoditas cabai masih ditanam secara konvensional. Inilah alasan komoditas cabai sangat bergantung dengan cuaca.
Baca Juga
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu per Kg, Mendag: Hujan Terus Panennya Gagal
Meski demikian, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Isy Karim justru mengkhawatirkan kondisi harga cabai yang jatuh. Sebab, kata Isy, harga cabai anjlok di bawah harga acuan yang sekitar Rp 52.000.
“Kalau turun di bawah harga acuan artinya petani tidak dapat keuntungan yang wajar saat panen raya,” kata Isy.
Isy mengatakan kenaikan harga cabai hingga mencapai Rp 100.000 per kilogram terjadi karena petani perlu menambahkan biaya pengairan. “Pompa air itu mengeluarkan duit, sehingga harganya (cabai) sangat tinggi,” ujar dia.
Melihat kondisi ini, Isy mengatakan pemerintah rencananya akan mengintervensi dengan teknologi pascapanen. Sebenarnya, petani bisa meningkatkan nilai jual dengan mengolahnya menjadi cabai kering.
“Tapi, cabai kering harganya nggak terlalu bagus. Karena harga cabai kering itu kalah dengan cabai kering untuk industri yang dari impor,” kata dia.
