Nilai Tukar Petani Oktober 2025 Turun Ditekan Indeks Harga yang DIterima Petani
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2025. NTP pada Oktober tercatat sebesar 124,33, turun -0,02% dibandingkan September 2025.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan penurunan NTP Oktober 2025 terjadi karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) ternyata tidak mampu menopang harga yang dibayarkan petani. Disampaikan Pudji, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya mengalami kenaikan sebesar 0,06% menjadi 155,13. Sementara indeks harga yang dibayarkan petani atau (Ib) yang (naik) sebesar 0,08%.
“Kenaikan indeks harga ini (It) masih lambat dibandingkan kenaikan harga yang dibayarkan petani atau (Ib) yang (naik) sebesar 0,08%” kata Pudji, di kantornya, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Ib, atau biaya sehari-hari petani, dicatat mencapai 124,77. Kenaikan harga yang dibayarkan petani terjadi karena kenaikan harga beberapa komoditas yaitu cabai merah, emas perhiasan, telur ayam ras, dan jeruk.
Baca Juga
Inflasi Oktober 2025 Capai 0,28% Secara Bulanan, 2,86% Secara Tahunan
Berdasarkan subsektor, terjadi penurunan NTP terdalam pada tanaman hortikultura. Subsektor ini, mengalami penurunan -2,33% karena turunnya harga terima petani -2,21% dan indeks bayar petani naik 0,12%.
“Komoditas yang dominan mempengaruhi It pada subsektor hortikultura ini adalah cabai rawit, kol atau kubis, tomat, dan kentang,” kata dia.
BPS juga mencatat turunnya nilai tukar nelayan (NTN) pada Oktober 2025 sebesar -0,04%. Ini terjadi karena harga yang diterima nelayan turun -0,11%. Sedangkan, harga bayar nelayan hanya turun -0,07%.
“Komoditas yang mempengaruhi penurunan It pada subsektor nelayan ini adalah cakalang, tongkol, kembung, dan laisi,” ujar dia.

