Pertumbuhan Investasi Dorong Kebutuhan Properti Komersial di Bekasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi di Kota Bekasi terus meningkatkan kebutuhan ruang usaha. Realisasi investasi sepanjang semester I 2026 mencapai Rp 9,7 triliun atau sekitar 81% dari target tahunan Rp 12,2 triliun, sementara sektor properti menjadi penyumbang investasi terbesar kedua setelah industri.
Perkembangan tersebut mendorong kawasan hunian dan komersial yang terintegrasi, termasuk di Summarecon Bekasi yang memperluas pilihan ruang usaha melalui peluncuran Jade Boulevard.
Executive Director Summarecon Bekasi Magdalena Juliati mengatakan, Summarecon Bekasi mengembangkan konsep kota terpadu yang menggabungkan hunian, bisnis, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, kuliner, dan gaya hidup. Kawasan ini menjadi salah satu bagian dari pengembangan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), pengembang properti yang mengembangkan sejumlah kota terpadu selama sekitar lima dekade.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) Tancap Gas Garap TOD Lewat Stasiun Bekasi Ekstensi
"Prospek bisnis di Summarecon Bekasi, antara lain ditopang penghuni dari 13 klaster hunian tapak dengan total 3.293 unit," kata dia dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi mencatat sektor telekomunikasi, perdagangan, dan jasa juga menjadi penopang investasi daerah. Aktivitas ekonomi yang meningkat membuat kebutuhan terhadap lokasi usaha semakin berkembang, terutama di kawasan yang telah memiliki basis penghuni dan fasilitas pendukung.
Dia mengatakan Jade Boulevard dirancang untuk menjawab kebutuhan ruang usaha seiring pertumbuhan kawasan dan bertambahnya fasilitas pendukung.
“Jade Boulevard bagian komitmen Summarecon Bekasi dalam menghadirkan properti komersial berkualitas yang mengutamakan desain dan nilai strategis bagi pengembangan bisnis,” kata Magdalena.
Lokasi dan Fleksibilitas Ruang
Jade Boulevard berada di jalur Bulevar Utara dengan right of way atau lebar ruang jalan 30 meter. Seluruh unit menghadap langsung ke boulevard sehingga memberikan visibilitas bagi pelaku usaha yang beroperasi di kawasan tersebut. Dari sisi bangunan, ruko ini menggunakan desain modern dengan tata ruang yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan usaha.
Minat terhadap ruang usaha di kawasan terpadu menjadi salah satu pertimbangan pengembangan produk komersial baru. Basis penghuni dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang telah terbentuk.
Selain pengembangan ruang komersial, kawasan Summarecon Bekasi terus menambah fasilitas dan kehadiran sejumlah merek baru. Di sektor kuliner, Restoran Pagi Sore direncanakan hadir pada awal 2027. Sektor otomotif diperkuat oleh kehadiran BMW & MINI Summarecon Bekasi dan BYD. Lepas Indonesia juga dijadwalkan hadir pada awal 2027.
Baca Juga
Perkuat Klaster Premium, Summarecon Bogor (SMRA) Perkenalkan Hunian Panorama 4 Gunung
Di sektor kesehatan, RS Permata Keluarga telah beroperasi di kawasan Bekasi CBD. Sementara BCBD Lakeside mengembangkan area tepi danau dengan kehadiran sejumlah tenant kuliner, antara lain Raindear, Lenteras Cafe, Tekko Premium, dan Roti Romi.
Sebelumnya Summarecon Bekasi juga sudah dilengkapi sejumlah fasilitas. Binus University menghadirkan sekitar 3.100 orang di kawasan tersebut. Aktivitas Masjid Raya dan Sekolah Islam Al Azhar melibatkan sekitar 2.000 orang, sementara Sekolah BPK Penabur memiliki sekitar 2.500 orang. Selain itu, Apartemen The SpringLake dan The SpringLake View dihuni sekitar 4.500 orang.
