BP Tapera Salurkan 197.048 KPR Subsidi Senilai Rp 24,5 T, Siapkan 101.000 Akad Massal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau rumah subsidi mencapai 197.048 unit dengan nilai kredit sekitar Rp 24,55 triliun hingga 2 November 2026.
BP Tapera juga menyiapkan pelaksanaan akad massal KPR FLPP pada Desember 2026 dengan total 101.000 rumah subsid.
Berdasarkan data BP Tapera per 2 November 2026 pukul 14.30 WIB, realisasi tersebut bertambah 2.688 unit rumah dibandingkan posisi akhir Oktober 2026 yang tercatat sebanyak 194.360 unit dengan nilai pembiayaan Rp 24,22 triliun.
Baca Juga
BP Tapera Catat 121.363 KPR FLPP Tersalurkan hingga Juli, BTN Jadi Penyalur Terbesar
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma menyatakan, penyaluran FLPP sepanjang 2026 menunjukkan tren positif, khususnya pada kuartal III dan Oktober dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus Oktober 2026, penyaluran FLPP mencapai 29.352 unit rumah atau meningkat sekitar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami optimistis melihat perkembangan penyaluran FLPP, khususnya pada triwulan III dan Oktober 2026 yang menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Sid dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).
Sid menjelaskan, percepatan penyaluran FLPP dilakukan melalui peningkatan sosialisasi, audiensi, kampanye media sosial, pembukaan booth layanan perumahan, serta penguatan koordinasi bersama bank penyalur dan asosiasi pengembang.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, BP Tapera berupaya mempertemukan masyarakat yang membutuhkan rumah dengan pengembang dan perbankan, sekaligus mengidentifikasi kendala pembiayaan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program pembiayaan perumahan nasional. Dia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan pelaksanaan akad massal pada Desember 2026.
"Kolaborasi seluruh pihak harus terus diperkuat. Kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga kemudahan dalam seluruh proses kepemilikan rumah. Karena itu, kesiapan perbankan, pengembang, dan dukungan BP Tapera menjadi sangat penting agar pelaksanaan akad massal pada Desember mendatang dapat berjalan dengan baik," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Dukungan tersebut mencakup kesiapan unit rumah, kelengkapan administrasi calon debitur, serta kelancaran proses pembiayaan melalui bank penyalur agar masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal.
Sejalan dengan arahan Menteri PKP, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyoroti pentingnya menjaga momentum penyaluran FLPP melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perbankan, dan pengembang.
"BP Tapera terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran FLPP semakin optimal. Kami ingin memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses pembiayaan perumahan yang semakin mudah, sehingga semakin banyak keluarga Indonesia dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama," tegas Heru.
Dari sisi perbankan, Bank BTN mencatat realisasi penyaluran terbesar sebanyak 85.341 unit rumah. Posisi berikutnya ditempati Bank Syariah Nasional sebanyak 48.286 unit dan BRI sebanyak 26.182 unit.
Sementara dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi sebanyak 44.295 unit rumah. Disusul Jawa Tengah sebanyak 17.906 unit dan Sulawesi Selatan sebanyak 16.538 unit.
Baca Juga
Penyaluran KPR FLPP Turun 9,02%, 187.260 Rumah Subsidi Tersalurkan per 24 Oktober
Salurkan 101.000 KPR Subsidi Akhir 2026
BP Tapera juga menyiapkan pelaksanaan akad massal KPR FLPP pada Desember 2026 dengan total 101.000 rumah subsidi. Rinciannya, sebanyak 71.000 unit dijadwalkan melaksanakan akad pada 17 Desember 2026, sedangkan 30.000 unit lainnya pada 21 Desember 2026.
Pelaksanaan akad massal tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap pembiayaan rumah subsidi.
Bagi masyarakat yang berminat memiliki rumah pertama, BP Tapera menyediakan akses penyampaian minat kepemilikan rumah melalui tautan https://bit.ly/HunianPertamaTapera.
