Perkuat Kesetaraan Gender, PLN Raih Penghargaan UN Women WEPs Awards 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) meraih 2 penghargaan dalam UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026 melalui kebijakan tempat kerja inklusif dan program pemberdayaan perempuan di berbagai daerah. Penghargaan ini mencakup Winner Gender Inclusive Workplace dan First Runner Up Community Engagement and Partnership.
Pengakuan tersebut menempatkan upaya kesetaraan gender PLN tidak hanya pada kebijakan internal perusahaan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan lingkungan bagi perempuan, termasuk kelompok rentan dan pelaku usaha berbasis potensi lokal.
Penghargaan WEPs Awards 2026 diserahkan di Jakarta pada Kamis (29/10/2026). Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Amurwani Dwi Lestariningsih menekankan pentingnya membangun lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk mengembangkan potensi serta karier.
Baca Juga
Menurut dia, tantangan kesetaraan gender di dunia kerja masih besar. Tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia masih berada di kisaran 56%, sedangkan tingkat partisipasi laki-laki mencapai sekitar 84%.
“Bagi banyak perempuan, tantangannya bukan sekadar mendapatkan pekerjaan. Melainkan mendapatkan pekerjaan yang memungkinkan mereka mengembangkan aspirasi, menjaga kesejahteraan, dan memenuhi tanggung jawab yang terus dibebankan secara tidak proporsional oleh masyarakat ke pundak mereka,” ujar Amurwani dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Baca Juga
Gas Natuna Mulai Mengalir ke Batam, PLN EPI Siapkan Pasokan Jangka Panjang
Ia menilai upaya mewujudkan kesetaraan gender juga perlu menjangkau perempuan di luar lingkungan kerja formal. Kelompok tersebut mencakup pelaku usaha, pekerja informal, hingga perempuan yang terlibat dalam rantai pasok.
Akses terhadap pembiayaan dan teknologi digital, pendampingan usaha, serta pembukaan akses pasar dinilai menjadi bagian penting untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM milik perempuan.
Country Representative and Liaison for ASEAN UN Women Indonesia Ulziisuren Jamsran mengapresiasi para pemenang WEPs Awards 2026 yang dinilai telah mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender ke dalam kebijakan dan praktik perusahaan.
“Para pemenang WEPs Awards 2026 telah menerjemahkan komitmen menjadi aksi dan hasil nyata. Kebijakan yang mereka terapkan menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret, didukung alokasi anggaran, serta memiliki hasil yang terukur,” kata Ulziisuren.
Ia mengatakan praktik tersebut diharapkan tidak berhenti di kantor pusat perusahaan. Penerapan kebijakan kesetaraan gender juga diharapkan dapat menjangkau rantai pasok hingga memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.
Kebijakan Kerja yang Lebih Inklusif
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman mengatakan PLN terus membangun lingkungan kerja yang memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk mengembangkan karier dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
PLN menjalankan sejumlah kebijakan untuk membantu pegawai menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi. Pegawai dapat memilih 4 pola kerja fleksibel yang disesuaikan dengan karakter tugas.
Perusahaan juga memberikan cuti ayah selama 30 hari atau 15 kali lebih panjang dibandingkan ketentuan nasional. Selain itu, PLN menyediakan cuti melahirkan selama 120 hari dan cuti selama 2 hari bagi pegawai untuk merawat anggota keluarga yang sakit.
“PLN memberikan ruang bagi perempuan untuk tumbuh melalui berbagai fasilitas dan kesempatan pengembangan yang disiapkan perusahaan. Pengembangan perempuan bukan hanya tanggung jawab pengelola human capital, melainkan juga seluruh pemimpin di PLN,” ujar Nurlely.
Menurut dia, setiap pemimpin di PLN memiliki peran untuk mendorong lahirnya generasi perempuan yang siap mengambil posisi kepemimpinan di berbagai tingkat organisasi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan PLN untuk menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya membuka akses bagi perempuan, tetapi juga memberikan ruang untuk pengembangan kompetensi dan jenjang karier. Di luar lingkungan perusahaan, PLN juga memperluas program kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.
Dalam upaya menyediakan akses listrik hingga ke berbagai wilayah Indonesia, PLN menilai tersedianya listrik saja belum cukup untuk menjawab ketimpangan yang dihadapi perempuan. Akses energi perlu diikuti dengan kesempatan yang lebih luas agar perempuan dapat mengembangkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Baca Juga
Program tersebut dijalankan melalui Srikandi Movement dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL. PLN mendorong perempuan dari kelompok rentan, masyarakat adat, perempuan kepala keluarga, hingga pelaku usaha berbasis potensi lokal untuk mengembangkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Sepanjang 2025, program pemberdayaan berbasis gender PLN telah menjangkau 327.415 perempuan melalui 139 program yang dijalankan bersama komunitas di berbagai wilayah Indonesia. “Pemberdayaan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Perempuan perlu memperoleh pendampingan, keterampilan, akses pasar, dan kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya,” kata Nurlely.
Menurut dia, kemitraan dengan berbagai pihak menjadi bagian penting agar program pemberdayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan membuka akses yang lebih luas bagi perempuan di berbagai daerah.
