Pertamina SMEXPO 2026 Perluas Akses Pasar bagi UMKM Binaan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pertamina SMEXPO 2026 di Bekasi membuka akses pasar bagi 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan untuk meningkatkan penjualan, mengembangkan bisnis, dan menciptakan peluang kerja baru. Kegiatan yang digelar Sabtu (31/10/2026) itu mempertemukan produk-produk UMKM dengan konsumen secara langsung.
Peningkatan UMKM dinilai tidak cukup hanya mengandalkan akses pembiayaan dan pelatihan. Pendampingan yang berkelanjutan serta akses terhadap pasar yang lebih luas juga menjadi faktor penting agar pelaku usaha dapat meningkatkan skala bisnis dan menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Salah satu UMKM binaan yang berpartisipasi dalam SMEXPO Bekasi adalah Imah Keramik. Usaha asal Bogor yang digeluti Sissy itu menghadirkan perhiasan keramik artistik dengan ukiran, bentuk unik, serta sentuhan motif batik yang mengangkat kekayaan wastra Indonesia.
Baca Juga
Pertamina Dorong Kolaborasi Kawasan Perkuat Hulu Migas di ASCOPE Ke-51
Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk yang dipamerkan, tetapi juga merangkai gelang keramik sendiri dengan memilih ornamen sesuai selera. Sissy mengatakan kehadiran SMEXPO menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi produk keramik yang baru dikembangkan kepada pasar. “Kami membutuhkan sarana seperti SMEXPO untuk memperkenalkan produk ini kepada pasar,” ungkapnya dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menjelaskan SMEXPO menjadi bagian dari program pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha binaannya. Program tersebut telah digelar di sejumlah kota, antara lain Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta. Pertamina juga merencanakan penyelenggaraan berikutnya di Cilacap sebelum puncak SMEXPO nasional di Jakarta.
Pelaksanaan di berbagai daerah tersebut ditujukan untuk membuka peluang pasar bagi UMKM binaan Pertamina yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. “Melalui SMEXPO, selain membina UMKM, kita juga mempertemukan mereka dengan pasarnya,” kata Arya.
Dalam penyelenggaraan di Bekasi, sebanyak 50 UMKM berpartisipasi. Sebanyak 25 UMKM hadir langsung dalam kegiatan tersebut, sedangkan 25 lainnya memasarkan produknya di lokasi acara.
Kegiatan itu didukung Pertamina Foundation serta sejumlah entitas Pertamina Group, yakni PT Patra Jasa, PT Pertamina Bina Medika IHC, PT Pertamina Lubricants, dan Perta Life Insurance.
Penjualan dan Peluang Kerja
Arya menilai perluasan akses pasar diharapkan dapat meningkatkan omzet para mitra binaan. Ketika penjualan meningkat, pelaku UMKM memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan menambah kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau UMKM mendapatkan penjualan yang bagus, dampaknya juga dirasakan oleh para pekerjanya. Mereka bisa memperluas bisnis dengan lebih cepat dan berpotensi meningkatkan lapangan kerja,” ujarnya.
Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana menyampaikan pengembangan UMKM membutuhkan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, pelaku usaha masih menghadapi tiga tantangan utama, yakni pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk.
Ia menilai pendampingan perlu diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga meningkatkan daya saing untuk menjangkau pasar yang lebih luas. “Harapannya, UMKM yang mendapatkan pengembangan dan pendampingan bisa berkembang hingga mampu menembus pasar global,” ujar Gusman.
Baca Juga
Pertamina Perkuat Pasokan BBM dan LPG di Tengah Gejolak Energi Global
Saat ini, program pemberdayaan Pertamina Foundation telah menjangkau mitra binaan dan local heroes di 28 provinsi di Indonesia. Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas produk, daya saing, dan kemandirian usaha.
Ketua Umum Persatuan Wanita Patra Priscilia Simon Mantiri mengatakan keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya dapat dilihat dari pertumbuhan bisnis. Dampak terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengembangan usaha. “Yang dibutuhkan seseorang untuk berkembang bukan hanya kemampuan atau modal, tetapi juga kesempatan dan kepercayaan,” ujar Priscilia.
Ia juga mengapresiasi perempuan pelaku UMKM yang berperan dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, kesempatan untuk mengembangkan usaha dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat.
