Kepercayaan Pengusaha Kuat, 39 Proyek Diresmikan dan Beroperasi di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kepercayaan kalangan pengusaha terhadap prospek ekonomi Indonesia semakin menguat dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini tercermin dari realisasi investasi dunia usaha dalam negeri yang hampir mencapai Rp2.000 triliun serta diresmikannya atau mulai beroperasinya 39 proyek investasi strategis sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan kepercayaan pengusaha terhadap perekonomian nasional, sekaligus mencerminkan ketahanan ekonomi dan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Keterlibatan dunia usaha dalam investasi menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian glob
“Kalau dilihat PMDN (penanaman modal dalam negeri) itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” kata Anindya Bakrie dalam laporannya pada acara taklimat Presiden Prabowo kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 2026 dan peserta Rapimnas Kadin 2026 di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga
Menurut Anin, sapaan Anindya Bakrie, kuatnya investasi domestik menjadi sinyal bahwa pelaku usaha nasional masih melihat Indonesia sebagai negara dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Kepercayaan tersebut juga menjadi modal penting untuk memperkuat peran pengusaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Semangat yang dibangun adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia, yakni mendorong pengusaha daerah tumbuh, usaha nasional naik kelas, serta perusahaan Indonesia mampu bersaing dan menjadi pemain global.
“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85% adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.
Gambaran kepercayaan dunia usaha tersebut juga tercermin dari laporan Anindya kepada Presiden Prabowo yang mencatat 39 proyek investasi yang diresmikan atau mulai beroperasi selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi, hilirisasi mineral, otomotif, industri baterai kendaraan listrik, infrastruktur digital, jalan tol, hingga industri kimia dan kesehatan.
Investasi Energi dan Hilirisasi Mendominasi
Dari 39 proyek tersebut, sektor energi dan ketahanan bahan bakar minyak (BBM) mencatat 10 proyek. Di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Unit 1 yang dikembangkan Medco Power dan Ormat, PLTP Sorik Marapi 5 oleh KS Orka, serta PLTP Salak Binary oleh Star Energy Geothermal.
Selain itu, terdapat proyek PLTGU Jawa-1, PLTA Jatigede, PLTA Asahan 3, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Tambak Lorok yang melibatkan PLN dan perusahaan terkait. Kemudian, dua proyek lainnya adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikelola Pertamina melalui Kilang Pertamina Internasional serta Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Batu oleh Pertamina Patra Niaga.
Sementara itu, sektor hilirisasi mineral dan logam mencatat sembilan proyek, termasuk pengembangan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) di Weda Bay, Morowali, Pulau Obi, Pomalaa, dan Bahodopi. Proyek hilirisasi lainnya meliputi Smelter Tembaga NTB milik Amman Mineral serta Smelter Emas Gresik yang dikembangkan PT Freeport Indonesia.
Besarnya investasi di sektor ini memperlihatkan berlanjutnya pengembangan industri pengolahan mineral di dalam negeri. Hilirisasi menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.
Industri Kendaraan Listrik dan Baterai Bertumbuh
Sektor otomotif dan alat berat mencatat enam proyek investasi. Di antaranya pembangunan pabrik mobil listrik VinFast dan BYD di Subang, pabrik bus dan truk listrik VKTR dari Bakrie Group, serta pabrik mobil Astra Daihatsu Motor di Karawang. Selain itu, terdapat pabrik mobil di Purwakarta yang dikembangkan Handal Indonesia Motor dan pabrik alat berat di Weda Bay oleh XCMG Indonesia.
Pada sektor industri baterai, terdapat tiga proyek strategis, yakni pabrik baterai kendaraan listrik Weda Bay milik REPT Battero Indonesia, pabrik baterai LFP di Batang oleh LBM Energi Baru, serta pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang yang melibatkan CATL, Brunp, Lygend, dan Indonesia Battery Corporation (IBC).
Investasi tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, mulai dari pengolahan bahan baku mineral, produksi baterai, hingga manufaktur kendaraan.
Infrastruktur Digital hingga Konektivitas
Kepercayaan investor juga terlihat dari pengembangan infrastruktur digital. Terdapat tiga proyek pusat data atau data center, yakni Cloud Region Microsoft, Data Center Nongsa Digital Park, serta Data Center Batam yang melibatkan Telkom dan Singtel.
Di sektor konektivitas, empat proyek jalan tol tercatat dalam laporan Kadin, yaitu Tol Kediri-Tulungagung yang dikembangkan Grup Gudang Garam, Tol Ciawi-Sukabumi oleh Trans Jabar Tol, Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang melibatkan Jasa Marga dan Adhi Karya, serta Tol Yogyakarta-Solo.
Selanjutnya, sektor kimia, kesehatan, dan daur ulang mencatat empat proyek, meliputi pabrik petrokimia Lotte Chemical, pabrik amonia Bontang milik Pupuk Kaltim, pabrik alat kesehatan di Batang oleh Ace Medical (Allmed), serta pabrik daur ulang di Batang oleh Green Java Solution.
Berikut Daftar 39 Proyek yang Diresmikan dan Mulai Beroperasi di 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo:
Energi dan Ketahanan BBM:
1. PLTP Ijen Unit 1 — Medco Power · Ormat.
2. PLTP Sorik Marapi 5 — KS Orka (SMGP).
3. PLTP Salak Binary — Star Energy Geothermal.
4. PLTGU Jawa-1 — Jawa Satu Power.
5. PLTA Jatigede — PLN.
6. PLTA Asahan 3 — PLN.
7. PLTGU Muara Tawar — PLN.
8. PLTGU Tambak Lorok — PLN.
9. RDMP Balikpapan — Pertamina (KPI).
10. TBBM Tanjung Batu — Pertamina Patra Niaga.
Hilirisasi Mineral dan Logam
11. HPAL Weda Bay — Blue Sparking Energy.
12. Pabrik Aluminium Weda Bay — Pioneer Aluminium Ind.
13. HPAL ENC Morowali — Nickel Industries · UT.
14. HPAL SLNC Morowali — Merdeka Battery.
15. HPAL Pulau Obi — Harita Nickel.
16. Smelter Tembaga NTB — Amman Mineral.
17. Smelter Emas Gresik — Freeport Indonesia.
18. HPAL Pomalaa — Vale · Huayou · Ford.
19. HPAL Bahodopi — Vale Indonesia.
Otomotif dan Alat Berat
20. Pabrik Mobil Listrik Subang — VinFast.
21. Pabrik Mobil Listrik Subang — BYD Indonesia.
22. Pabrik Bus & Truk Listrik — VKTR (Bakrie Group).
23. Pabrik Mobil Karawang — Astra Daihatsu Motor.
24. Pabrik Mobil Purwakarta — Handal Indonesia Motor.
25. Pabrik Alat Berat Weda Bay — XCMG Indonesia.
Industri Baterai
26. Pabrik Baterai EV Weda Bay — REPT Battero Indonesia.
27. Pabrik Baterai LFP Batang — LBM Energi Baru.
28. Pabrik Baterai EV Karawang — CATL · Brunp · Lygend · IBC.
Infrastruktur Digital
29. Data Center Cloud Region — Microsoft.
30. Data Center Nongsa — Nongsa Digital Park.
31. Data Center Batam — Telkom · Singtel.
Jalan Tol dan Konektivitas
32. Tol Kediri–Tulungagung — Grup Gudang Garam.
33. Tol Ciawi–Sukabumi — Trans Jabar Tol.
34. Tol Probowangi — Jasa Marga · Adhi Karya.
35. Tol Jogja–Solo — Jasa Marga · Adhi · PP.
Kimia, Kesehatan, dan Daur Ulang
36. Pabrik Petrokimia — Lotte Chemical.
37. Pabrik Amonia Bontang — Pupuk Kaltim.
38. Pabrik Alat Kesehatan Batang — Ace Medical (Allmed).
39. Pabrik Daur Ulang Batang — Green Java Solution.
