5 Bendungan yang Diresmikan Prabowo Baru Layani 38,5% Sawah
JAKARTA, investortrust.id - Lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto baru melayani irigasi seluas 15.241 hektare (ha) atau 38,5% dari total potensi lahan pertanian yang mencapai 39.540 ha.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Nazib Faisal menegaskan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) perlu mempercepat penyambungan infrastruktur pendukung agar bendungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat optimal bagi sektor pertanian.
"Baru 38,5% sawah terlayani dari potensi hampir 40.000 hektare dari lima bendungan baru. Ini harus kita buat menjadi 100%. Artinya sambungan-sambungan ini, jika memungkinkan, diprioritaskan," beber Nazib dalam Rakorbangwil 2026 di Auditorium PU, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan penyelesaian jaringan pendukung agar aset yang telah dibangun dapat berfungsi optimal. Salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah bendungan yang belum tersambung dengan jaringan irigasi.
"Karena percuma kalau ada bendungan tapi daerah pertaniannya belum mendapatkan manfaatnya," tegas Nazib.
Baca Juga
Nazib juga menggarisbawahi, pemerintah akan mengarahkan kebijakan anggaran tahun 2028 untuk mengoptimalkan aset infrastruktur yang telah dibangun, termasuk menuntaskan proyek yang masih berjalan dan menyambungkan infrastruktur yang belum terintegrasi.
Dia menilai, pembangunan aset yang tidak diikuti penyelesaian infrastruktur pendukung membuat pemanfaatannya belum maksimal.
"Ada bendungan, irigasinya belum; jaringan air bakunya belum beres sehingga SPAM-nya kekurangan air baku," ucap Nazib.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (10/7/2026).
Pembangunan kelima bendungan tersebut berlangsung dalam rentang 2015 hingga 2025 dengan total nilai kontrak hingga Rp 9,79 triliun.
Adapun lima bendungan tersebut meliputi:
1. Bendungan Meninting di NTB, dengan kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik (m3) dan luas genangan 46,16 ha;
2. Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, dengan kapasitas tampungan 215,94 juta m3 dan luas genangan 896,39 ha;
3. Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, dengan kapasitas tampungan 128,65 juta m3 dan luas genangan 700 ha;
4. Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan kapasitas tampungan 10,97 juta m3 dan luas genangan 50 ha; dan
5. Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali, dengan kapasitas tampungan 5,76 juta m3 dan luas genangan 37,15 ha.
Secara umum, kelima bendungan tersebut memiliki empat fungsi utama, yakni mendukung layanan irigasi dengan luas 39.540 ha, menyediakan air baku sebesar 3,6 m3 per detik, mengendalikan banjir terutama di daerah hilir, serta menyediakan energi.
Dalam kesempatan itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan kelima bendungan tersebut bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.
"Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air," katanya beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Bendungan Karangnongko Rp 1,26 Triliun Berpotensi Rampung Awal 2027
Sementara itu, Prabowo menyampaikan rasa syukur atas pembangunan infrastruktur yang membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya yang tidak sedikit.
"Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia," tutur Kepala Negara.
