Trakindo Jelaskan Strategi Menghitung Total Biaya Alat Berat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Trakindo Utama, penyedia alat berat dan layanan pendukung industri merk Caterpillar, mengedepankan efisiensi biaya kepemilikan sebagai pertimbangan pelanggan dalam memilih alat berat di tengah persaingan harga antarprodusen. Pendekatan ini menempatkan biaya operasional selama masa pemakaian sebagai faktor penting selain harga pembelian awal.
General Manager Java Area PT Trakindo Utama R.M. Boedi Santoso mengatakan, harga pembelian alat berat yang lebih tinggi belum tentu membuat total pengeluaran perusahaan menjadi lebih besar. Pelanggan perlu memperhitungkan biaya selama alat digunakan untuk menilai efisiensi sesuai kebutuhan operasional.
Menurut Boedi, pendekatan tersebut dikenal sebagai total cost of ownership atau total biaya kepemilikan, yakni keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan selama memiliki dan menggunakan suatu alat berat. "Jadi kalau kita bicara total ownership, bisa jadi bahwa di awal dibanding pemilikannya itu lebih mahal," kata Boedi kepada Investortrust.id dalam Media Experience Tour-Trakindo BSD di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga
Trakindo Optimalkan Keterlibatan Karyawan untuk Keberlanjutan Bisnis
Dia menjelaskan, perbedaan harga pada saat pembelian perlu dilihat bersama biaya operasional yang muncul selama penggunaan alat. Dengan perhitungan tersebut, pelanggan dapat menilai apakah harga awal yang lebih tinggi sebanding dengan efisiensi biaya yang diperoleh selama masa pemakaian.
Perhitungan itu juga dapat membantu perusahaan menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan produksi, intensitas penggunaan, serta biaya yang harus ditanggung selama alat beroperasi. Dengan demikian, keputusan pembelian tidak hanya bergantung pada harga yang tercantum saat transaksi.
Boedi mengakui, persaingan harga menjadi salah satu tantangan di pasar alat berat. Sejumlah produsen menawarkan produk dengan harga lebih rendah, bahkan dalam perbandingan tertentu harganya dapat mencapai sekitar 60% dari harga produk lain. "Pada dasarnya kita tidak bisa apple to apple," ujarnya.
Menurut dia, perbandingan harga perlu mempertimbangkan karakteristik produk dan manfaat yang ditawarkan masing-masing produsen. Pelanggan tetap memiliki kebebasan memilih alat berat sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan, tetapi perlu memahami aspek lain yang memengaruhi biaya penggunaan.
Perbedaan harga awal juga membuat pelanggan perlu menilai kebutuhan operasionalnya secara menyeluruh. Bagi perusahaan yang menggunakan alat berat secara intensif, biaya selama masa pemakaian menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan.
Trakindo berupaya menjelaskan manfaat produk dan layanan kepada pelanggan melalui kegiatan pemasaran yang dilakukan setiap bulan. Perusahaan juga memanfaatkan media untuk menyampaikan informasi mengenai produk dan layanan yang tersedia. Selain itu, Trakindo menggunakan aplikasi pelanggan untuk memberikan pembaruan mengenai produk terbaru, promosi, dan manfaat layanan. "Generasi terbaru apa, promo-promo apa yang terbaru, benefit apa yang baru. Itu yang kita sambungkan ke mereka," kata Boedi.
Baca Juga
Trakindo Dorong Efisiensi Industri Alat Berat Lewat Teknologi dan Pengelolaan Aset
Melalui berbagai saluran tersebut, perusahaan menyampaikan informasi yang dapat digunakan pelanggan untuk memahami pilihan produk dan layanan. Informasi itu juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga komunikasi dengan pelanggan di tengah persaingan pasar.
Penerapan perhitungan total biaya kepemilikan berkaitan dengan cara perusahaan mengelola pengeluaran selama menggunakan alat berat. Harga pembelian hanya mencakup salah satu bagian dari biaya yang perlu diperhitungkan, sedangkan biaya operasional terus muncul selama alat digunakan.
Untuk itu, pelanggan perlu menilai biaya berdasarkan periode penggunaan yang relevan. Perhitungan selama 1 tahun, misalnya, dapat digunakan untuk melihat pengeluaran per unit dan membandingkannya dengan manfaat operasional yang diperoleh.
