VinFast Hadirkan Kalkulator Baru untuk Menghitung Total Biaya Kepemilikan Kendaraan Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kalkulator Total Cost of Ownership (TCO) terbaru dari VinFast membantu konsumen membandingkan biaya kepemilikan jangka panjang antara kendaraan listrik dan kendaraan berbahan bakar bensin, sekaligus memberikan gambaran yang lebih personal mengenai salah satu manfaat utama mobilitas listrik untuk mendukung keputusan pembelian dan perencanaan keuangan yang lebih bijak.
Saat ini, konsumen yang membandingkan berbagai model kendaraan dapat dengan mudah menemukan informasi mengenai tenaga mesin, kapasitas bagasi, dan tingkat keselamatan hanya dalam hitungan menit. Namun, hal yang jauh lebih sulit diketahui adalah kendaraan mana yang benar-benar memiliki biaya kepemilikan lebih rendah setelah memperhitungkan cicilan, biaya bahan bakar, dan perawatan selama bertahun-tahun. Berbagai faktor tersebut membentuk TCO sebuah kendaraan, yaitu metrik yang mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan selama masa kepemilikan.
Kesenjangan informasi tersebut menjadi semakin penting seiring kendaraan listrik semakin diterima secara luas oleh masyarakat. Meskipun kendaraan listrik gencar dipromosikan karena biaya operasionalnya yang lebih rendah, konsumen masih dapat mengalami kesulitan dalam memahami bagaimana manfaat tersebut dapat berdampak pada kondisi keuangan mereka. Sebagai contoh, seberapa besar penghematan yang sebenarnya dapat diperoleh dari penggunaan kendaraan listrik setelah lima tahun? Jawabannya bergantung pada jarak tempuh, berapa lama kendaraan tersebut dimiliki, dan bahkan metode pembiayaan yang dipilih.
Baca Juga
VinFast Luncurkan Sewa Jadi Cuan, Modal Rp 1 Juta Bisa Punya EV
VinFast yakin bahwa dengan membuat perhitungan yang lebih mudah dan transparan dapat membantu meyakinkan banyak konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik.
Produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut telah memperkenalkan Kalkulator TCO, yang pada tahap awal tersedia di pasar Asia, untuk membantu konsumen membandingkan aspek ekonomi jangka panjang kendaraan listrik dengan mobil berbahan bakar bensin dan bahkan kendaraan listrik dari merek lain berdasarkan kebiasaan berkendara mereka. Alih-alih hanya membandingkan harga pembelian awal, konsumen dapat melihat dampak finansial kumulatif selama masa kepemilikan, termasuk pembiayaan dan operasional, dalam kurun waktu beberapa tahun.
Melalui perangkat berbasis web ini, pengguna cukup memasukkan informasi dasar seperti model kendaraan, jarak tempuh bulanan, opsi kepemilikan baterai, dan perkiraan jangka waktu kepemilikan untuk menerima proyeksi biaya yang dipersonalisasi. Dalam hitungan detik, kalkulator memperkirakan pembayaran bulanan, biaya energi bulanan, dan total biaya kepemilikan, sebelum menunjukkan berapa banyak yang dapat dihemat pemilik selama periode yang dipilih dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional yang sebanding dan bahkan kendaraan listrik merek lain.
Sebagai contoh, konsumen di Indonesia yang memilih MPV 7 dengan skema battery subscription dan menempuh jarak 2.000 km per bulan selama lima tahun akan memperoleh estimasi total biaya kepemilikan sebesar Rp369.093.900. Dengan asumsi yang sama, kalkulator memperkirakan kendaraan berbahan bakar bensin yang sebanding akan membutuhkan biaya sebesar Rp467.000.000 selama periode yang sama. Hal ini menunjukkan potensi penghematan sebesar Rp97.906.100, atau sekitar 21%.
Selain sebagai sarana pemasaran produk, perangkat TCO juga berfungsi sebagai alat perencanaan keuangan yang membantu rumah tangga, pengguna komuter, dan pengguna komersial dalam memperkirakan biaya transportasi sebelum melakukan pembelian. Pendekatan tersebut sangat relevan di pasar kendaraan listrik yang sedang berkembang, di mana teknologi hemat energi sering menghadapi tantangan adopsi karena harga pembelian awal yang lebih tinggi meskipun menawarkan manfaat finansial jangka panjang. Konsumen mungkin belum sepenuhnya menyadari bahwa seiring waktu, konsumsi energi yang lebih rendah dapat mengimbangi sebagian besar atau bahkan seluruh selisih harga awal tersebut.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyampaian informasi mengenai potensi penghematan secara lebih transparan dapat memengaruhi keputusan pembelian. Salah satu survei menemukan bahwa sekadar menunjukkan informasi mengenai penghematan bahan bakar selama lima tahun kepada konsumen hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap preferensi kendaraan. Sebaliknya, penyajian informasi mengenai total biaya kepemilikan meningkatkan kemungkinan konsumen yang mempertimbangkan kendaraan berukuran kecil dan menengah untuk memilih kendaraan hibrida dan kendaraan listrik berbasis baterai dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Baru-baru ini, Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study menemukan bahwa 52% konsumen di Amerika Serikat yang mempertimbangkan kendaraan listrik menyebutkan biaya bahan bakar yang lebih rendah sebagai motivasi utama mereka, sementara 40% menyatakan bahwa total biaya kendaraan tetap menjadi salah satu kekhawatiran terbesar mereka.2 Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsumen semakin mempertimbangkan aspek ekonomi selama masa kepemilikan kendaraan, bukan hanya harga pembelian awal.
Bagi produsen kendaraan, hal ini berarti membantu konsumen memahami aspek ekonomi selama masa kepemilikan dapat menjadi sama pentingnya dengan mengomunikasikan jarak tempuh kendaraan atau performa.
Bagi VinFast, kalkulator tersebut mencerminkan suatu perubahan. Alih-alih meminta konsumen untuk begitu saja percaya klaim mengenai biaya kepemilikan yang lebih rendah, perusahaan menyediakan sarana bagi mereka untuk menguji sendiri berbagai skenario. Dengan demikian, salah satu keunggulan yang paling sering ditawarkan dalam industri kendaraan listrik dapat diubah menjadi informasi yang terukur, personal, dan lebih mudah dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Baca Juga
Pakai Strategi Ini, VinFast Klaim Biaya Kepemilikan EV Bisa Hemat 19%

