KEK Batang Perkuat Infrastruktur untuk Menarik Investor Industri
Poin Penting
|
BATANG, Investortrust.id - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, mengembangkan infrastruktur dan utilitas berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan operasional investor serta perusahaan industri yang beraktivitas di kawasan tersebut. Pengelolaan jaringan listrik, distribusi gas bumi, dan air menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan layanan sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri pintar dan berkelanjutan.
Kesiapan infrastruktur juga terlihat dari pemanfaatan Nusantara Ballroom di dalam kawasan sebagai lokasi penyelenggaraan Detik Jateng-Jogja Awards 2026 akhir pekan lalu. Fasilitas tersebut digunakan untuk menampung kegiatan yang melibatkan pemangku kepentingan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Marfan Trihartiko mengatakan, pengembangan kawasan membutuhkan inovasi berkelanjutan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing industri.
“Terima kasih atas kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, serta sambutan positif masyarakat yang senantiasa mengiringi langkah kawasan ini. Pencapaian ini membangun semangat kami untuk terus berinovasi, mengukuhkan KEK Industropolis Batang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau yang inklusif dan berdaya saing global,” kata Marfan dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga
Menko Airlangga: Investasi KEK Tembus Rp382,1 Triliun, Serap 302.000 Tenaga Kerja
Bagi perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan produksi, ketersediaan utilitas menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih lokasi investasi. Pasokan listrik diperlukan untuk mengoperasikan mesin dan fasilitas produksi, sedangkan gas bumi dapat digunakan sebagai sumber energi maupun bahan baku bagi industri tertentu. Ketersediaan air juga menjadi bagian penting dari kebutuhan operasional sejumlah sektor manufaktur.
Pengelolaan utilitas yang terintegrasi dapat membantu pengelola kawasan memantau kebutuhan sumber daya dan menjaga layanan bagi para tenant. Penerapan teknologi dalam sistem tersebut juga diarahkan untuk mendukung efisiensi operasional, meskipun hasilnya tetap bergantung pada keandalan infrastruktur, pengelolaan, dan kebutuhan setiap industri.
Selain mendukung aktivitas produksi, pengembangan kawasan industri modern juga perlu memperhatikan penggunaan sumber daya dan dampak lingkungan. Pengelola kawasan menghadapi kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran operasional industri dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Baca Juga
KEK Industropolis Batang mengusung pendekatan kawasan industri pintar dan berkelanjutan dalam pengembangan infrastruktur serta layanan utilitasnya. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya pengelola kawasan untuk mendukung kegiatan usaha yang membutuhkan layanan infrastruktur terintegrasi.
Pengembangan fasilitas kawasan juga mencakup sarana untuk menunjang kegiatan bisnis dan pertemuan. Pemanfaatan Nusantara Ballroom untuk agenda berskala regional memperlihatkan fungsi fasilitas tersebut di luar aktivitas produksi, yakni sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
KEK Industropolis Batang pada Jumat (23/10/2026), menjadi tuan rumah Detik Jateng-Jogja Awards 2026. Dalam acara tersebut, kawasan ini menerima Anugerah Program Inovasi Pembangunan untuk kategori Tata Kelola Unggul Kawasan Industri Pintar dan Berkelanjutan.
Penghargaan itu menjadi bagian dari pengakuan terhadap pendekatan pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan teknologi. Namun, bagi investor, keputusan untuk menanamkan modal tetap berkaitan dengan kebutuhan bisnis, termasuk kepastian layanan utilitas, kesiapan infrastruktur, efisiensi biaya operasional, dan kesesuaian fasilitas dengan karakteristik industri yang akan dikembangkan.
