Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Pasokan Domestik RI Masih Belum Terpenuhi 100%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemangkasan ekspor gas bumi Indonesia ke Singapura belum sepenuhnya membuat kebutuhan gas dalam negeri terpenuhi. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pasokan domestik masih belum mencapai 100% akibat penurunan produksi dari sejumlah sumur gas yang belum sepenuhnya tertutupi.
Bahlil mengatakan, pemerintah saat ini terus mengupayakan peningkatan produksi dari sumur-sumur yang mengalami penurunan. Perbaikan pada sebagian sumur juga tengah dilakukan untuk memaksimalkan pasokan gas bagi kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga
Di Tengah Dinamika Pemangkasan Ekspor Gas, Menperin Beberkan Hubungan RI dan Singapura
“Karena ada beberapa sumur-sumur kita yang terjadi penurunan produksi, itu memang belum top-up sampai 100%. Tapi sekarang akan ada sebagian perbaikan. Nah, kita lagi kejar agar bisa maksimal produksinya,” ujar Bahlil saat ditemui dalam acara Forek Hulu Migas 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Sebelumnya, pemerintah menetapkan pengurangan ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 miliar british thermal unit per hari (BBTUD). Kebijakan ini ditujukan untuk mengakomodasi kebutuhan gas di dalam negeri sekaligus menyesuaikan kondisi operasional pasokan.
Bahlil menjelaskan, total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura dari wilayah Natuna dan Sumatra mencapai 409,55 BBTUD. Dari jumlah tersebut, pengurangan pasokan terdiri atas 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra. Menurut dia, penyesuaian tersebut masih berada dalam batas minimum yang diperbolehkan dalam kontrak kedua negara.
Di sisi lain, upaya mengalihkan pemanfaatan gas untuk pasar domestik mulai terlihat melalui pengaliran gas Natuna ke Batam. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai menyalurkan gas melalui jaringan pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping pada 27 Oktober 2026, dengan laju alir mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menuju Tanjung Uncang.
Dalam jangka pendek, pasokan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di Batam selama pemeliharaan terencana fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.
Baca Juga
MedcoEnergi (MEDC) Teken Kontrak Gas 3 Wilayah, Pasokan Domestik Diperkuat
Infrastruktur WNTS–Pemping juga disiapkan untuk mendukung pasokan gas dari lapangan baru di Natuna, termasuk Lapangan Mako yang direncanakan mulai mengalirkan gas pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun.
“Konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha,” kata Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto.
