Kemenhub Catat 158.508 Laka Lantas pada 2025, 39% Pelajar-Mahasiswa
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sepanjang 2025. Berdasarkan data Korlantas Polri, kelompok usia pelajar dan mahasiswa menyumbang sekitar 39% dari total keterlibatan kecelakaan lalu lintas.
Direktur Keselamatan Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Sigit Widodo menyatakan, pemerintah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan keselamatan transportasi jalan, termasuk melalui pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS).
"Sampai dengan tahun 2026 telah dibangun Zona Selamat Sekolah (ZoSS) pada 403 lokasi," kata Sigit dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga
KAI Catat 67% Kecelakaan Perlintasan Kereta Terjadi di Titik Tak Dijaga
Sigit menyampaikan, upaya meningkatkan keselamatan transportasi jalan dilakukan melalui pengawasan, penegakan hukum, serta edukasi dan kampanye. Pemerintah juga melibatkan operator angkutan dan masyarakat untuk membangun budaya keselamatan transportasi.
"Pemerintah sebagai regulator bertanggung jawab menjamin keselamatan tetapi perlu dukungan dan kolaborasi semua stakeholders. Kami pun melakukan sejumlah langkah mulai dari mewajibkan perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU), menangani lokasi rawan kecelakaan, hingga rutin melakukan rampcheck di terminal penumpang dan pool perusahaan otobus guna memastikan kendaraan memenuhi persyaratan administratif dan teknik laik jalan," tuturnya.
Selain keselamatan penumpang, Kemenhub memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap angkutan barang melalui pemanfaatan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement Hub (ETLE HUB).
Sistem tersebut telah mencatat 221.606 deteksi kendaraan di 51 titik Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selama periode 10 Agustus hingga 27 Oktober 2026.
"Selain pengawasan, upaya yang dilakukan untuk membangun budaya keselamatan dengan edukasi dan kampanye untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran hingga perubahan perilaku masyarakat. Kami menyasar pelajar, komunitas, pengemudi angkutan, maupun masyarakat umum lainnya, kami turut melibatkan berbagai mitra untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi keselamatan," ujar Sigit.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya ingin memperluas kontribusi dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas, tidak hanya menangani korban setelah kecelakaan terjadi melalui pemberian santunan.
Baca Juga
Menhub Serahkan Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 ke KNKT
"Kami tidak ingin hanya hadir setelah kecelakaan terjadi melalui pemberian santunan. Jasa Raharja ingin berkontribusi lebih dalam membangun ekosistem keselamatan, terutama melalui upaya pencegahan dan bagi kami keselamatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah atau satu lembaga saja sehingga kita perlu bergerak bersama, melibatkan seluruh stakeholders, komunitas, dan masyarakat," ungkapnya.
Oleh karenanya, Sigit berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga keselamatan menjadi bagian dari budaya masyarakat, bukan sekadar kewajiban untuk mematuhi aturan.
