Pertamina Dorong Kolaborasi Kawasan Perkuat Hulu Migas di ASCOPE Ke-51
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) mendukung penguatan kolaborasi regional untuk mengoptimalkan aset hulu minyak dan gas bumi (migas), menjaga keberlanjutan produksi, serta meningkatkan potensi eksplorasi di kawasan Asia Tenggara. Upaya tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan mempertahankan produktivitas lapangan eksisting dan menarik investasi untuk menemukan sumber daya migas baru.
Ascope Secretary in Charge (ASIC) Henricus Herwin mengatakan, negara-negara ASEAN menghadapi tantangan yang serupa dalam mengelola aset hulu migas, mulai dari mempertahankan keekonomian lapangan yang telah berproduksi selama puluhan tahun hingga mengembangkan peluang eksplorasi dan mengelola fasilitas yang telah mencapai akhir masa operasinya.
Baca Juga
Prabowo Teken Perpres 107/2026 Ubah Skema Pengadaan Energi, Pertamina Beli dari BLU
“Kita berkumpul dalam forum ini untuk membantu kawasan kita (ASEAN) memaksimalkan potensi setiap aset hulu minyak dan gas bumi sepanjang siklus hidupnya,” ujar Henricus dalam pembukaan ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 51st Council Meeting, dikutip Rabu (28/10/2026).
Menurut Henricus, optimalisasi aset hulu migas membutuhkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pemeliharaan produktivitas lapangan eksisting, pengembangan peluang eksplorasi, serta penutupan fasilitas secara aman, bertanggung jawab, dan efisien dari sisi biaya.
Dia menilai, tantangan tersebut tidak harus dihadapi setiap negara secara terpisah. Melalui ASCOPE, para anggota dapat memperkuat kerja sama melalui pertukaran data, bukti, dan pengalaman untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan aset masing-masing.
“Dengan berbagi kemajuan, data, dan pengalaman di antara anggota ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset yang dikelolanya masing-masing, sekaligus mengubah pengetahuan regional menjadi hasil yang nyata dan dapat diterapkan,” katanya.
Salah satu rangkaian kegiatan ASCOPE adalah Exploration and Production Task Force (EPTF), yang mempertemukan pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN dalam pembahasan pelaksanaan, pengaturan, dan perencanaan kegiatan operasi hulu migas.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan upaya peningkatan kegiatan eksplorasi di Indonesia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan potensi sumber daya sebesar 2,6 miliar barel setara minyak (BBOE) dari kegiatan eksplorasi pada 2026.
“Indonesia menawarkan portofolio peluang yang beragam bagi investor dengan strategi dan tingkat toleransi risiko yang berbeda-beda,” ujar Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus.
Baca Juga
Jamin Pasokan BBM, Pertamina Jalankan Tiga Komitmen Strategis
Menurutnya, sebanyak 12 sumur berpotensi tinggi atau high impact diproyeksikan mencakup sekitar 80% dari target sumber daya sebelum pengeboran (pre-drill resource target), dengan potensi sekitar 2,2 BBOE. Berdasarkan data SKK Migas, lima dari 12 sumur high impact tersebut dikelola oleh Pertamina melalui sejumlah entitasnya.
Kelima sumur tersebut meliputi Besar-1 yang dikelola Pertamina East Natuna (PEN), Banyu Geni-01 dan Wijaya Kusuma-1 yang dikelola Pertamina EP (PEP), Padang Pancuran-002 yang dikelola PEP, serta Tingkilan-1 yang dikelola Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB).
