Kemenpar Gandeng BPOM Perkuat Keamanan Pangan di 6.300 Desa Wisata
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat keamanan pangan di desa wisata untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan wisatawan. Kolaborasi ini mengintegrasikan program Desa Wisata dengan Desa Pangan Aman yang diinisiasi BPOM.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, keamanan pangan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi. Menurutnya, wisatawan kini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman kuliner dan produk lokal yang aman.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan BPOM. Sinergi ini menjadi langkah strategis agar keamanan pangan menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan pariwisata, sehingga desa wisata tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga aman untuk dinikmati,” kata Widiyanti dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026),
Sekadar informasi, saat ini lebih dari 6.300 desa wisata telah terdaftar dalam platform Jejaring Desa Wisata (Jadesta) yang dikelola Kemenpar. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat menjangkau lebih banyak desa dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Program ini mencakup edukasi, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat dalam memilih, mengolah, memproduksi, dan mengonsumsi pangan yang aman. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan komunitas setempat.
Baca Juga
Kemenpar Catatkan 377 Event Pariwisata, Perputaran Ekonomi Tembus Rp 45,9 Triliun!
Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan bahwa edukasi dan pendampingan merupakan bagian penting dari tugas lembaganya. Ia menilai kerja sama ini dapat memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan hingga ke komunitas desa wisata.
“Padahal tupoksi kami bukan hanya penindakan, tapi mulai dari edukasi, membimbing, asistensi, pendampingan, dan sebagainya. Fungsi penindakan itu cuma sekitar 10 persen,” kata Taruna.
Selain mengurangi risiko pangan yang tidak aman, kerja sama ini diharapkan meningkatkan kualitas produk kuliner dan oleh-oleh khas desa. Produk yang memenuhi standar keamanan dan kualitas juga berpeluang memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
“Kita berharap kualitas produk-produk yang dihasilkan komunitas desa dapat meningkat hingga bisa diekspor dan menjadi salah satu keunggulan nasional,” pungkasnya.
