KAI Properti Rawat 513 Km Jaringan Listrik KRL Jabodetabek
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Selain pemeliharaan armada melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka, PT KA Properti Manajemen (KAPM) atau KAI Properti melakukan pemeliharaan rutin jaringan listrik aliran atas (LAA) sepanjang 513,926 kilometer (km) di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta untuk mendukung operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Selain itu, KAI Properti juga telah menuntaskan 100% pekerjaan penggantian 180 insulator EPC di sejumlah petak jalur KRL Jabodetabek.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika menyatakan, pemeliharaan dan penggantian komponen merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur yang mendukung operasional KRL.
Baca Juga
KAI-INKA Investasi Rp 14,88 Triliun, Ini Daftar Rute Kereta Barunya
“Layanan KRL yang digunakan masyarakat setiap hari membutuhkan dukungan infrastruktur yang terpelihara dengan baik. Untuk itu, pemeriksaan jaringan dan penggantian komponen yang telah mencapai masa pakai perlu dilakukan sesuai kebutuhan. Penyelesaian penggantian insulator ini menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi sistem elektrifikasi agar dapat mendukung operasional kereta api,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Pemeliharaan jaringan LAA sepanjang 513 km tersebut mencakup 15 resor di wilayah Jabodetabek dengan dukungan 78 pekerja. Pekerjaan, meliputi pemeriksaan kondisi jaringan, perbaikan komponen pendukung, serta pengadaan material apabila diperlukan.
Dikatakan Bramantya, pemeliharaan dilakukan setiap hari sepanjang tahun dengan menyesuaikan jam operasional KRL. "Pemeriksaan kondisi jaringan berlangsung pada siang hari, sedangkan pekerjaan perbaikan dilakukan pada malam hari setelah perjalanan KRL selesai beroperasi," terangnya.
Adapun 15 resor yang menjadi cakupan pemeliharaan, meliputi Rangkasbitung, Parung Panjang, Serpong, Tanah Abang, Duri, Jakarta Kota, Pasar Senen, Basoetta, Manggarai, Jatinegara, Cikarang, Pasar Minggu, Depok, Bogor, dan Nambo.
Sementara itu, penggantian 180 insulator engineering, procurement, and construction (EPC) telah dilakukan di sejumlah petak jalur, yakni Cikoya-Maja, emplasemen Maja, Daru-Tenjo, Pondok Ranji-Jurangmangu, Sudimara-Rawabuntu, Tanah Abang-Palmerah, Angke-Kampung Bandan, Buaran-Klender Baru, Cawang-Duren Kalibata, Lenteng Agung-Universitas Pancasila, Universitas Pancasila-Universitas Indonesia, serta Citayam-Bogor.
Insulator berfungsi sebagai penyekat antara penghantar listrik dan struktur pendukungnya. Kondisi komponen tersebut perlu dijaga untuk mendukung keamanan sistem kelistrikan dan keandalan jaringan LAA dalam menunjang perjalanan KRL.
Lebih lanjut, Bramantya menggarisbawahi, pemeliharaan rutin tetap diperlukan setelah penggantian komponen untuk memantau kondisi jaringan dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan lebih lanjut.
“Pemeliharaan infrastruktur elektrifikasi merupakan pekerjaan berkelanjutan. Setelah penggantian komponen selesai, pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk memantau kondisi jaringan dan menentukan tindak lanjut sesuai temuan di lapangan. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis dan keselamatan,” tuturnya.
1.065 Perjalanan KRL Jabodetabek Kembali Normal
Di sisi lain, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengungkapkan, jumlah perjalanan KRL Jabodetabek kembali mencapai 1.065 perjalanan pada Selasa (20/10/2026), setelah satu rangkaian KRL atau commuterline seri CLI-225 yang mengalami kendala teknis pada Jumat (16/10/2026) selesai diperbaiki.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menerangkan, perbaikan dilakukan bersama tim teknis PT Inka. Pengoperasian kembali rangkaian tersebut juga menambah tujuh perjalanan Commuter Line Bogor yang sebelumnya dibatalkan.
“Pengoperasian kembali rangkaian ini untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut di lintas Bogor yang sebelumnya dilakukan penyesuaian, kini menjadi 392 perjalanan,” jelas Karina.
Sebelum kembali dioperasikan, rangkaian tersebut telah menjalani uji dinamis oleh tim teknis KAI Commuter bersama Inka untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan sistem operasional memenuhi standardisasi yang ditetapkan.
Baca Juga
KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman di Tengah Erupsi Anak Krakatau
KAI Commuter mencatat rata-rata volume pengguna KRL lintas Bogor pada hari kerja selama Oktober mencapai 480.395 orang per hari. Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan volume pengguna terbanyak, yakni rata-rata 50.262 orang per hari.
Sementara itu, rata-rata volume pengguna di Stasiun Citayam mencapai 35.434 orang per hari dan Stasiun Bojonggede sebanyak 31.162 orang per hari.
"Kami selalu mengimbau pengguna untuk mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam kereta. Informasi jadwal dan posisi kereta dapat dipantau melalui aplikasi C-Access," tutup Karina.
