Transaksi Kliring PT KBI Tumbuh 109,4% hingga September 2026 Seiring Penguatan Literasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, perusahaan yang menjalankan fungsi kliring dan penjaminan transaksi berjangka komoditi, mencatat pertumbuhan volume transaksi yang dikliringkan sebesar 109,4% secara tahunan hingga September 2026. Capaian tersebut beriringan dengan upaya perusahaan memperkuat literasi masyarakat dalam momentum Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026.
Perusahaan tersebut juga meraih 3 penghargaan dalam ajang The Asian Post Best State-owned Enterprise 2026 dalam rangkaian Indonesia Collaborative Forum 2026. Ketiga penghargaan itu mencakup predikat kinerja unggul selama 5 tahun berturut-turut pada periode 2022–2026, perusahaan anak BUMN paling efisien, serta perusahaan anak BUMN dengan kinerja unggul berdasarkan kinerja keuangan 2025. Penghargaan tersebut diberikan di tengah upaya perusahaan memperkuat perannya dalam industri perdagangan berjangka komoditi (PBK).
Baca Juga
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT KBI Adiyasa Suhadibroto mengatakan pencapaian tersebut mendorong perusahaan menjaga kinerja dan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi PT KBI untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat kepercayaan stakeholder,” ujar Adiyasa dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Pada Oktober 2026, PT KBI turut mendorong peningkatan pemahaman masyarakat melalui Bulan Literasi PBK 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Smart Traders, Wise Choices: Navigating Commodity Futures in the Digital Era” atau pedagang cerdas dan pilihan bijak dalam menavigasi perdagangan berjangka komoditi di era digital.
Program literasi itu mengajak masyarakat mengenali peluang sekaligus memahami risiko perdagangan berjangka sebelum mengambil keputusan. Pemahaman mengenai mekanisme transaksi menjadi penting karena perubahan harga komoditas dapat memengaruhi nilai kontrak dan hasil perdagangan.
“Sejalan dengan semangat Bulan Literasi PBK 2026, kami meyakini bahwa industri yang kuat tidak hanya ditopang oleh kinerja yang baik, tetapi juga oleh pemahaman masyarakat yang memadai mengenai mekanisme perdagangan dan risiko yang menyertainya,” kata Adiyasa.
Volume Transaksi Tumbuh 109,4%
Hingga September 2026, volume transaksi perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang dikliringkan PT KBI tumbuh 109,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan serta kepercayaan pelaku pasar terhadap ekosistem yang didukung mekanisme kliring.
Baca Juga
Investor Saham Tembus 9,73 Juta, Stockbit Tingkatkan Sistem Keamanan Digital
Namun, pertumbuhan volume transaksi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh pelaku pasar memperoleh keuntungan. Hasil perdagangan tetap bergantung pada pergerakan harga, strategi, biaya transaksi, dan kemampuan masing-masing pelaku dalam mengelola risiko.
PT KBI juga berencana melanjutkan kolaborasi dengan regulator, organisasi pengaturan mandiri atau Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat dan meningkatkan pemahaman mengenai perdagangan berjangka di era digital.
