Jumlah Penumpang KRL Bakal ‘Meledak’, Danantara Minta KAI Siapkan 'Roadmap'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Danantara meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyusun peta jalan (roadmap) transformasi perkeretaapian untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang KRL Jabodetabek yang diproyeksikan ‘meledak’ hingga mendekati angka 600 juta orang per tahun mulai 2036.
Permintaan tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria saat bertemu Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin di Wisma Danantara, Jakarta, baru-baru ini.
“Saya minta nanti dibikinin roadmap, master plan mengenai transformasi publik kereta api ini,” kata Dony, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Minggu (18/10/2026).
Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui target awal 369 juta penumpang. Hingga September 2026, jumlah penumpang mencapai 271 juta orang.
Baca Juga
Dalam jangka panjang, volume penumpang KRL Jabodetabek diproyeksikan mendekati 600 juta orang per tahun mulai 2036.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, KAI menyiapkan peningkatan kapasitas layanan melalui pemendekan jarak antarperjalanan dan penambahan kapasitas rangkaian kereta.
Pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung (Green Line), jarak antarperjalanan ditargetkan menjadi kurang dari 10 menit dengan penggunaan rangkaian SF12. Sementara itu, peningkatan kapasitas melalui penggunaan rangkaian SF12 pada lintas Cikarang dan Bogor ditargetkan siap pada 2028–2029.
Dony Oskaria meminta agar rencana induk (masterplan) transformasi perkeretaapian mencakup seluruh aspek pendukung operasional, mulai dari optimalisasi jumlah rangkaian kereta, peningkatan kapasitas stasiun dan peron, penguatan sistem komunikasi, hingga penanganan titik-titik dengan kepadatan lalu lintas kereta tertinggi.
“Jadi semua, semua pilarnya itu dirapiin, stasiunnya, bangun master plan-nya, termasuk jumlah keretanya, stasiunnya, alat komunikasinya, titik traffic yang tertingginya, berapa kapasitas stasiun di situ,” ujar dia.
Baca Juga
KAI Hadapi Lonjakan Penumpang KRL, 4 Stasiun Jabodetabek Dipoles Tahun Ini
Penyusunan masterplan tersebut, menurut Dony, merupakan langkah untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang sekaligus memastikan pengembangan infrastruktur dan layanan perkeretaapian berjalan terarah dalam jangka panjang.
“Selain mendorong transformasi perkeretaapian, BP BUMN memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait untuk mengakselerasi industrialisasi nasional,” ujar dia.
Sementara itu, dalam pertemuan sebelumnya dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian M Sarmuji, dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala BP BUMN/COO Danantara, Dony Oskaria mengatakan, penguatan koordinasi dilakukan untuk memastikan pengembangan industri berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan fasilitas transportasi.
Dia menambahkan, sinergi antara BP BUMN, Danantara Indonesia, serta kementerian terkait diharapkan mampu memperkuat konektivitas dan sistem transportasi untuk menunjang aktivitas industri, memperlancar distribusi barang, serta mendukung mobilitas masyarakat.
