Presdir ION Bayu Prawira Ungkap 4 Pilar AI untuk Dongkrak Omzet dan Efisiensi UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian memanjakan pelaku usaha dengan aksesibilitas yang makin ramah pengguna dan mudah dioperasikan.
Presiden Direktur PT Indonesia Open Network (ION) Bayu Prawira Hie menekankan pentingnya pemahaman mendasar bagi para pelaku bisnis dalam memanfaatkan AI guna meningkatkan daya saing serta profitabilitas perusahaan.
Hal itu diungkapkan Bayu dalam acara Indonesia Digital MeetUp 2026 (IDM26) di Convention Hall, Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10/2025). Event strategis ini khusus untuk mempertemukan para expert, komunitas digital dan pengusaha UMKM dengan para stakeholders dalam ekosistem digital guna mendorong akselerasi transformasi serta membantu pengusaha UMKM naik kelas secara efektif.
Menurut Bayu, substansi utama dari penerapan teknologi dalam dunia usaha terletak pada dampak riil terhadap pendapatan dan efisiensi. Ia merangkum empat pilar utama pemanfaatan AI yang dapat diterapkan oleh para pelaku usaha.
"Nomor satu, menurut saya paling penting. Pakai AI ini bisa dapetin omzet lebih banyak, enggak? Bisa dapetin cuan lebih banyak, enggak? Pada akhirnya itu," ujar Bayu.
Fokus utama penggunaan AI adalah mendorong peningkatan omset dan keuntungan. AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pemasaran dan penjualan yang lebih efektif, seperti pembuatan konten visual, media sosial, hingga pemanfaatan platform kolaborasi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kedua, efisiensi harga beli sangat memengaruhi margin keuntungan bisnis. Melalui teknologi AI, pelaku usaha dapat melakukan pencarian dan analisis pemasok secara presisi, menemukan bahan baku dengan kualitas yang diinginkan namun dengan harga terbaik.
Ketiga, AI dapat diandalkan untuk merapikan manajemen operasional harian, termasuk pengelolaan stok barang (inventory). Dengan pelacakan presisi, risiko hilangnya barang maupun potensi kehabisan stok (out of stock) saat ada permintaan dapat diminimalisasi, yang pada akhirnya menekan biaya operasional secara keseluruhan.
Keempat, untuk ekspansi dan skala usaha yang lebih besar, AI dapat membantu mengambil keputusan strategis secara cepat. Salah satu contohnya adalah merekap dan membandingkan berbagai penawaran opsi pembiayaan atau pinjaman modal usaha terbaik dan terefisiensi sesuai kebutuhan, tanpa perlu melakukan rekapitulasi manual yang memakan waktu.
"Nah, jadi dari empat hal tersebut kita perlu bantuan AI," tutur Bayu.
