TEI ke-41 Hari Pertama Catat 168 MoU Senilai US$ 13,2 M, Belanda hingga Jepang Pasar Potensial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyaksikan penandatanganan 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan buyer luar negeri senilai US$ 13,2 miliar. MoU tersebut ditandatangani pada hari pertama pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Penandatanganan MoU menjadi penanda dimulainya sinergi antara pelaku usaha Indonesia dan para buyer luar negeri. MoU ini membuktikan produk Indonesia memiliki kualitas yang unggul sehingga diminati dan dipilih pasar luar negeri,” ujar Mendag dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga
Mendag Bidik Peningkatan Ekspor ke AS, Peluang ART Buka Akses Pasar hingga TEI
Penandatanganan MoU hari ini merupakan hasil rangkaian penjajakan bisnis (business matching) antara eksportir Indonesia dan buyer mancanegara yang dilaksanakan sebelum TEI ke-4 berlangsung. Penjajakan-penjajakan bisnis tersebut didukung Kedutaan Besar RI, Konsulat Jenderal RI, atase perdagangan RI, dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri.
Mendag mencatat, Belanda, India, dan Jepang menjadi 3 dari 22 negara dengan potensi transaksi terbesar pada penandatanganan hari ini. Sementara itu, produk-produk dengan nilai MoU terbanyak, meliputi roti, pastri, kue, biskuit, dan produk roti; batu bara; briket dan bahan bakar padat sejenis yang terbuat dari batu bara; furnitur atau mebel lainnya beserta bagian-bagiannya; serta kertas dan karton tidak dilapisi dan juga penandatanganan MoU untuk investasi bidang jasa.
"Penandatanganan MoU di hari pertama TEI ke-41 menjadi awal yang baik bagi eksportir Indonesia dan buyer untuk saling bekerja sama dan membangun peluang saling menguntungkan. Kementerian Perdagangan akan memastikan agar MoU ini dapat terealisasikan dan semoga kerja sama dapat dilakukan secara berkelanjutan,” terangnya.
Baca Juga
Pemilik jaringan ritel hypermarket asal Malaysia, Mydin, Ameer Ali bin Mydin Mohamed mengapresiasi produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia. Mydin telah bekerja sama dengan Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Menurut Ameer, kreativitas Indonesia dalam hal inovasi rasa, ragam produk, hingga kemasan menjadi daya tarik untuk perusahaannya. Selain itu, ia mengaku Indonesia memiliki cita rasa yang disukai pasar Malaysia.
“Menurut saya, penting untuk bisnis menawarkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang baru sehingga konsumen datang ke kami. Kami melihat Indonesia punya kreativitas ini. Dengan adanya perbedaan, membuat pelanggan lebih dari sekadar puas,” imbuh Ameer.
