Djarum Group dan Astra Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo, Target 7.283 Unit di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Djarum Group dan PT Astra International Tbk (ASII) menargetkan dukungan perbaikan dan pembangunan 7.283 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sepanjang 2026 melalui program corporate social responsibility (CSR) sebagai dukungan program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
Target tersebut terdiri atas 3.283 unit rumah dari Djarum Group dan sekitar 4.000 unit rumah dari Astra International. Kedua perusahaan bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Menteri PKP, Maruarar Sirait menyatakan, pemenuhan kebutuhan rumah rakyat membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan pemerintah daerah. Dukungan sektor swasta melalui CSR dinilai menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jangkauan program perumahan.
"Saya berterima kasih kepada Djarum dan Astra atas dukungannya, karena bekerja sangat profesional dan bagus pencapaiannya untuk kepentingan rakyat," kata Ara dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026) malam.
Pria yang akrab disapa Ara itu menegaskan, kolaborasi tersebut dibutuhkan agar semakin banyak masyarakat prasejahtera dapat menempati rumah layak huni.
"Pemenuhan kebutuhan rumah rakyat membutuhkan kekuatan gotong royong dari berbagai pihak. Hari ini, kami memperkuat sinergi itu bersama Djarum Group dan Astra International untuk memastikan lebih banyak masyarakat prasejahtera yang dapat merdeka dari rumah tidak layak huni," jelas Ara.
Dari target tersebut, Djarum Group telah merealisasikan dukungan sebanyak 2.138 unit rumah hingga 14 Oktober 2026. Perusahaan itu mengalokasikan anggaran CSR sebesar Rp 45 miliar pada tahun ini, yang terdiri atas Rp 35 miliar untuk pembangunan fisik rumah baru dan Rp 10 miliar untuk program sanitasi serta renovasi pendukung.
Pada 2025, Djarum Group merealisasikan renovasi 2.182 unit rumah dan pembangunan 335 unit rumah baru di Jawa Tengah. Total kontribusinya mencapai 2.517 unit rumah.
Baca Juga
FLPP Kurang 195.966 Unit, Menteri Ara Minta BP Tapera Kebut Rusun Subsidi
Dalam pelaksanaannya, Djarum Group berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran, antara lain dengan memanfaatkan data kemiskinan dan kondisi kelayakan hunian hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Sementara itu, Astra telah merealisasikan renovasi 100 unit rumah hingga 14 Oktober 2026. Target dukungan CSR perumahan perusahaan tersebut meningkat menjadi sekitar 4.000 unit pada 2026, dari komitmen awal sebanyak 3.250 unit.
Pada 2025, Astra merealisasikan renovasi 250 unit rumah dari target 1.000 unit. Selain program renovasi, Astra juga terlibat dalam rencana pembangunan 1.000 unit hunian layak di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Secara nasional, dukungan CSR untuk program perumahan tercatat mencapai 9.701 unit pada 2025. Sementara itu, hingga 14 Oktober 2026, jumlah dukungan CSR yang tercatat mencapai 5.823 unit.
PKP Gandeng BPS untuk Perbaiki Ketepatan Sasaran
Untuk memastikan bantuan renovasi rumah menjangkau masyarakat yang membutuhkan, Kementerian PKP memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pemanfaatan dan pemadanan data sosial ekonomi serta kondisi permukiman.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPS Amalia Adininggar memaparkan data hasil pemadanan jumlah keluarga berdasarkan desil kesejahteraan dan kelurahan, serta jumlah RW kumuh di setiap kabupaten dan kota.
Data tersebut menjadi bahan untuk mengidentifikasi wilayah prioritas, menyusun intervensi perumahan, dan meningkatkan ketepatan penentuan penerima manfaat. Integrasi data diharapkan dapat meminimalkan kesalahan penargetan serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program. Dengan basis data yang lebih terarah, pemerintah dan mitra swasta dapat menyelaraskan alokasi bantuan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dalam pertemuan yang sama, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memaparkan inovasi mekanisme bantuan renovasi rumah melalui konsep etalase berbasis marketplace. Skema ini dirancang untuk memudahkan perusahaan maupun masyarakat memilih rumah warga yang akan dibantu.
Setelah renovasi selesai, rumah penerima bantuan akan mendapatkan penanda sebagai bentuk apresiasi dan transparansi atas kontribusi pihak pemberi bantuan. "Terima kasih kepada Bupati Banyumas atas informasi dan inovasi dalam program renovasi rumah. Bagus dan terus dikembangkan," ujar Ara.
Baca Juga
PKP Terima Lahan Kemenkomdigi 45 Ha di Depok, Bisa Tampung 150.000 Rusun MBR
Lebih lanjut, Kementerian PKP mendorong agar inovasi serupa dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam memperluas partisipasi masyarakat dan dunia usaha untuk menangani rumah tidak layak huni.
Selain itu, Kementerian PKP turut mendorong pemangkasan birokrasi, kemudahan perizinan di tingkat daerah, serta penguatan mekanisme pemantauan dan evaluasi terpadu agar program CSR perumahan dapat berjalan secara cepat, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
