Asia Selatan Jadi Potensi Besar Pasar Ekspor RI, CPO dan Furniture Produk Unggulannya
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – Pemerintah memperkuat perluasan pasar ekspor Indonesia ke negara-negara mitra baru, terutama kawasan Asia Selatan dan Afrika, yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perdagangan luar negeri. Hal itu diungkapkan pada sambutan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas mengatakan, pasar di kawasan Asia Selatan menjadi salah satu penyumbang surplus perdagangan Indonesia yang tinggi. Sejumlah negara yang menjadi perhatian, antara lain Bangladesh, Pakistan, dan India.
Baca Juga
Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP
“Pasar kita sekarang berkembang ke negara-negara mitra baru yang kita tidak perkirakan ternyata potensinya luar biasa. Terutama Asia Selatan, Asia Selatan itu paling tinggi surplus itu Asia Selatan. Di sini ada Bangladesh, ada Pakistan, ada India,” kata Zulkifli Hasan di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Selain Asia Selatan, pemerintah juga mendorong penetrasi produk Indonesia ke pasar Afrika. Menurut Zulhas, produk Indonesia, termasuk pakaian, memiliki peluang untuk bersaing di kawasan tersebut karena menawarkan harga yang ekonomis.
“Kemudian kita masuk juga Afrika. Afrika juga banyak Pak Bahlil, bagus sekali sekarang Afrika itu juga pakaian-pakaian kita laku karena harganya murah. Bukan murah, harganya ekonomi, ekonomis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum PAN ini juga menuturkan, perluasan pasar ekspor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dalam negeri sekaligus memperkuat perdagangan internasional. Pemerintah berharap semakin banyak produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.
Melalui perluasan pasar ke Asia Selatan dan Afrika serta penguatan promosi perdagangan, pemerintah berharap produk Indonesia dapat menjangkau lebih banyak negara tujuan ekspor, meningkatkan transaksi internasional, dan memperkuat kontribusi perdagangan terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga
Bahlil Minta Hambatan Ekspor Dipangkas, Daya Saing Produk RI Jadi Taruhan
Zulhas mengungkapkan, potensi pasar Asia Selatan juga terlihat dari permintaan terhadap sejumlah produk Indonesia, terutama minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), barang-barang manufaktur, dan furnitur.
Dia menyebut India memiliki potensi perdagangan yang besar, dengan nilai yang disebut mencapai sekitar US$14 miliar untuk CPO. Sementara itu, potensi pasar Pakistan dan Bangladesh masing-masing diperkirakan sekitar US$3 miliar. “Paling tinggi satu CPO, dua batubara, tiga itu furniture,” terang Zulhas.
