Kementerian PU Bangun Irigasi 5 Km di Merauke, 1.000 Ha Sawah Siap Panen
Poin Penting
|
MERAUKE, investortrust.id– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun saluran irigasi sekunder sepanjang sekitar 5 kilometer (km) untuk memenuhi kebutuhan air bagi 1.000 hektare (ha) sawah yang telah ditanami padi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Hal ini demi mendukung program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai penguatan ketahanan pangan nasional.
Seiring dengan itu, pemerintah juga mengoptimalkan Daerah Irigasi (DI) Waninggap Kai di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke. Lahan cetak sawah di kawasan tersebut dipersiapkan untuk panen raya pada awal November 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan dukungan kementeriannya terhadap pengembangan pertanian difokuskan pada penyediaan infrastruktur sumber daya air, termasuk jaringan irigasi primer dan sekunder.
“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/10/2026).
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke Nonce Saman menjelaskan, pembangunan saluran irigasi sekunder dilakukan untuk menghubungkan tampungan air atau long storage dengan area persawahan. Oleh karenanya, air hujan yang tertampung dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Pekerjaan saluran sekunder mulai dilaksanakan pada akhir Agustus 2026. Langkah tersebut diambil setelah ketersediaan air di lokasi dilaporkan semakin berkurang, sementara tanaman padi telah ditanam sejak awal Juli.
Baca Juga
Bangun Jaringan Irigasi 589 Ribu Hektare pada 2025, PU Targetkan 750 Ribu Hektare di 2026
“Pekerjaan saluran sekunder ini mulai dilaksanakan pada akhir Agustus 2026, setelah kami menerima informasi bahwa potensi air di lokasi semakin berkurang, sementara tanaman sudah ditanam sejak awal Juli. Kami kemudian melakukan pengukuran lapangan bersama tim teknis dan segera menindaklanjutinya dengan pekerjaan konstruksi,” jelas Nonce.
Hingga 11 Oktober 2026, progres pembangunan saluran irigasi tersebut telah mencapai sekitar 40%. Pekerjaan diprioritaskan pada jaringan yang melayani sekitar 1.000 ha sawah yang sudah ditanami.
Selanjutnya, pengembangan jaringan irigasi akan diarahkan untuk mendukung rencana perluasan cetak sawah rakyat hingga sekitar 2.000 hektare di kawasan tersebut.
Nonce menyampaikan, keberadaan long storage yang telah dibangun sebelumnya turut menopang ketersediaan air untuk persawahan. Menurutnya, optimalisasi tampungan air dan pembangunan saluran sekunder juga ditujukan untuk mengantisipasi dampak El Niño, terutama penurunan ketersediaan air selama periode kering.
Ke depan, BWS Papua Merauke melihat potensi pengembangan sumber air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Maro dan DAS Kumbe untuk mendukung pengembangan irigasi di Merauke.
Berdasarkan perencanaan BWS Papua Merauke, potensi lahan yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 750.000 ha. Pengembangan sumber air tersebut diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan irigasi, mendorong peningkatan indeks pertanaman, serta mendukung perluasan areal persawahan secara bertahap.
Baca Juga
Menteri PU Bentuk Satgas Antisipasi El Nino Godzilla, Siapkan Pengeboran Air hingga Irigasi
Pada awal November 2024, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Desa Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan untuk meninjau langsung proses tanam dan panen padi dalam rangka pengembangan program swasembada pangan nasional.
Selain 2024, Presiden ke-8 RI juga sempat melakukan panen raya pada 7 Januari 2026 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat; 16 Mei 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur; 17 Juli 2026 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Adapun pada November 2026, Prabowo dijadwalkan memimpin panen raya perdana di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
