BP Tapera Salurkan 178.211 Rumah Subsidi, Baru 50,92% dari Target
Poin Penting
|
BATU, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi mencapai 178.211 unit per 9 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB. Angka tersebut setara 50,92% dari target penyaluran tahun ini sebanyak 350.000 unit.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyatakan, pihaknya memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), bank penyalur, serta pengembang untuk mempercepat realisasi penyaluran FLPP tahun ini.
Baca Juga
FLPP Kurang 195.966 Unit, Menteri Ara Minta BP Tapera Kebut Rusun Subsidi
Hal itu disampaikan Heru dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) 2026 di The Singhasari Resort, Batu, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026).
"Ini tentunya perlu perhatian, perlu konsentrasi, dan perlu membangun sense of crisis yang disampaikan pak menteri. Bagaimana kami di BP Tapera dengan segenap jajaran fokus untuk pencapaian target FLPP di 2026," ujar Heru dalam keterangannya, dikutip (12/10/2026).
BP Tapera bersama Kementerian PKP dan bank penyalur telah memperkuat koordinasi melalui pembentukan satuan tugas percepatan. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan, memetakan potensi pasokan dan permintaan rumah berdasarkan wilayah, serta memastikan calon debitur yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan proses pembiayaan hingga akad kredit.
Berdasarkan data per 9 Oktober 2026, terdapat 39.524 permohonan pembiayaan yang masih dalam berbagai tahapan proses. Tahapan tersebut, meliputi pemeriksaan subsidi, analisis kredit, penerbitan surat persetujuan pemberian kredit (SP3K), proses trilogi, hingga akad kredit.
BP Tapera mendorong bank penyalur dan pengembang menindaklanjuti permohonan tersebut, termasuk melengkapi dokumen dan menyelesaikan kendala administrasi agar permohonan yang memenuhi ketentuan dapat segera berlanjut ke akad kredit.
Heru menegaskan, angka 39.524 tersebut merupakan potensi permohonan yang masih diproses, bukan realisasi akad yang telah tercapai. Salah satu strategi percepatan yang didorong adalah sosialisasi dan pemasaran langsung di lokasi perumahan, terutama di kawasan dengan ketersediaan rumah yang masih tinggi.
Menurut Heru, pengembang bersama bank penyalur didorong menjangkau calon konsumen dari berbagai segmen, mulai aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja swasta, hingga pengemudi ojek daring.
Heru juga menyoroti sejumlah tantangan dalam penyaluran FLPP, antara lain persoalan lahan yang berkaitan dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta kenaikan biaya pembangunan dan transportasi di sejumlah wilayah.
"Kami membuka ruang koordinasi dengan Himperra dan pemerintah daerah untuk memetakan persoalan tersebut dan mengupayakan penyelesaian sesuai kewenangan masing-masing," tutur Heru.
Sementara itu, realisasi FLPP untuk anggota Himperra hingga 9 Oktober 2026 tercatat sebanyak 24.454 unit dari target asosiasi sebesar 47.182 unit. Capaian tersebut setara 51,83%.
Baca Juga
BP Tapera Salurkan 140.965 Rumah Subsidi, Nilainya Rp 17,5 Triliun
Heru mengajak pengembang anggota Himperra memastikan kesiapan proyek, ketersediaan rumah, kelengkapan dokumen, serta komunikasi dengan bank penyalur agar pasokan rumah dapat berjalan seiring dengan proses pembiayaan.
Selain mempercepat penyaluran FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), BP Tapera juga menyampaikan bahwa skema pembiayaan perumahan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah sedang dikaji bersama pemangku kepentingan terkait. Skema tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan yang ditetapkan.
