FLPP Tembus 166.938 Unit Senilai Rp 20,79 Triliun, Jabar Tertinggi dengan 39.140 Rumah
Poin Penting
|
SUBANG, investortrust.id - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias rumah subsidi telah mencapai 166.938 unit atau senilai Rp 20,79 triliun hingga 4 Oktober 2026.
Menurut Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan kontribusi penyaluran FLPP tertinggi, yakni sebanyak 39.140 unit rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
FLPP Kurang 195.966 Unit, Menteri Ara Minta BP Tapera Kebut Rusun Subsidi
"Bank BJB merupakan salah satu mitra strategis BP Tapera dalam memperluas akses pembiayaan rumah subsidi FLPP. Sinergi ini menjadi bagian penting untuk menjawab tantangan kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Heru dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (7/10/2026).
Namun demikian, Heru tak menampik bahwa Jawa Barat masih memiliki kebutuhan rumah yang cukup besar. Berdasarkan data backlog kepemilikan rumah 2026, sebanyak 2.025.120 rumah tangga atau 14,21% di Jawa Barat belum memiliki rumah.
Sementara itu, Kabupaten Subang mencatat backlog kepemilikan rumah sebanyak 17,98 ribu rumah tangga atau 3,76%. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah memperkuat sejumlah kebijakan perumahan. Salah satunya dengan meningkatkan kuota FLPP menjadi 350.000 unit pada 2026.
Pemerintah juga menerapkan relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, pembebasan pajak Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta memperluas tenor pembiayaan rumah subsidi hingga 40 tahun.
Dari sisi perbankan, Bank BJB telah menyalurkan 17.154 unit rumah melalui FLPP dengan nilai Rp 2,1 triliun secara nasional. Khusus di Jawa Barat, penyaluran FLPP Bank BJB mencapai 1.099 unit dengan nilai Rp 133 miliar.
Selain FLPP, Bank BJB mencatat penyaluran KPR rumah subsidi sejak 2016 mencapai Rp 5,3 triliun kepada 42.600 debitur.
Lebih lanjut, Bank BJB juga menjadi salah satu bank penyalur program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pada 2026, target penerima manfaat BSPS melalui Bank BJB mencapai lebih dari 49.000 masyarakat di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Adapun di Kabupaten Subang, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 1.115 unit rumah.
Dari sisi pasokan, terdapat 1.678 unit rumah yang tersedia di Kabupaten Subang. Rinciannya terdiri dari 127 unit ready stock, 29 unit dalam proses pembangunan, dan 1.360 unit masih dalam tahap kavling.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, percepatan penyediaan rumah bagi masyarakat membutuhkan kerja sama seluruh pihak dalam ekosistem perumahan.
Menurutnya, optimalisasi program perumahan tidak hanya dilakukan dari sisi pembiayaan, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan pasokan rumah dan kebutuhan masyarakat.
"Supply dan demand semuanya harus disisir. Tentu ini harus teamwork, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan," ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Baca Juga
BP Tapera Catat 121.363 KPR FLPP Tersalurkan hingga Juli, BTN Jadi Penyalur Terbesar
Menteri Ara juga mendorong Bank BJB meningkatkan kontribusinya dalam mendukung program pembiayaan perumahan, mengingat besarnya potensi kebutuhan rumah subsidi di Jawa Barat. "Saya pernah menemukan masa-masa Bank Jabar itu juara satu. Saya doakan Bank Jabar bisa nomor satu lagi," ucapnya.
Kolaborasi BP Tapera, Kementerian PKP, Bank BJB, dan pemangku kepentingan lainnya dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau sekaligus mendukung program 3 juta rumah.
