Kadin Gaungkan 5 Agenda Hijau di ISF, dari Energi hingga Pasar Karbon
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menetapkan lima agenda utama untuk mempercepat ekonomi berkelanjutan. Fokusnya mencakup transisi energi, pasar karbon, net zero, ekonomi sirkular, dan kehutanan berkelanjutan.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan bahwa agenda keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan iklim. Menurutnya, isu tersebut juga menyangkut ekonomi dan ketahanan nasional.
“Kadin Indonesia secara konsisten mengawal dan memperjuangkan agenda keberlanjutan. Sebab bagi kami, isu ini bukan sekadar agenda iklim semata, melainkan agenda ekonomi dan ketahanan nasional bagi Indonesia,” kata Anin dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kadin juga memperkuat konsep Indonesia Incorporated melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha. Kadin Global Engagement Office menjadi penghubung pelaku usaha nasional dengan ekonomi global dan mitra strategis.
Dari sisi program, Kadin Net Zero Hub telah bertambah dari 70 menjadi 100 perusahaan. Kadin juga menjalankan inisiatif pasar karbon, tiga proyek percontohan kehutanan berkelanjutan, serta program green skills.
Baca Juga
RI Defisit 1 Juta Barel Minyak per Hari, Kedua Kadin Ungkap Risikonya
Anin mengatakan investasi transisi energi global mencapai rekor US$ 2,3 triliun pada 2023. Belanja kendaraan listrik global juga hampir mencapai US$ 900 miliar.
Kadin pun melihat peluang ekonomi net zero Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$ 3,8 triliun hingga 2050. Peluang tersebut dinilai perlu ditangkap melalui investasi dan kolaborasi dunia usaha.
“Pertama, mengakselerasi transisi energi demi mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Empat agenda lainnya adalah pasar karbon berintegritas tinggi, net zero korporasi, ekonomi sirkular dan waste-to-energy, serta kehutanan berkelanjutan," tutup Anin.
