Soal Angkut Bangkai KM Virgo 8, Menhub: Lakukan 'Salvage' Segera, Perhatikan Keselamatan
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id — Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mendorong proses salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa segera dilakukan. Namun, proses tersebut harus tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Dudy menyampaikan, proses salvage saat ini telah berjalan dan dikoordinasikan dengan pihak asuransi serta pemilik kapal. "Informasi yang kami dapatkan bahwa proses salvage ini dikoordinasikan dengan pihak asuransi kemudian juga dengan pihak pemilik kapal," kata Dudy dalam acara Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, dikutip Senin (5/10/2026).
Baca Juga
Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Selama Tujuh Hari
Menurutnya, sejak hari pertama kejadian, proses salvage telah dibicarakan dan dilakukan asesmen oleh pihak asuransi untuk melihat kemungkinan pengangkatan bangkai kapal. Namun, terdapat sejumlah pertimbangan teknis yang membuat proses tersebut membutuhkan waktu.
"Mereka memang membutuhkan waktu. Hal-hal teknis yang terkait dengan salvage itu sangat mereka pertimbangkan karena mereka tidak ingin proses salvage itu kemudian terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Namun, proses itu tetap berjalan," ujar Dudy.
Dudy menambahkan, proses evakuasi korban juga masih berlangsung. Dia berharap operasi tersebut terus dilakukan hingga seluruh korban dapat dievakuasi.
"Proses evakuasi masih terus berjalan dan kami harapkan bahwa mungkin secara teknis harus ditanyakan kepada pihak Basarnas sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap operasi SAR-nya," ucap dia.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong pemilik kapal dan pihak asuransi agar segera melakukan salvage terhadap bangkai KM Virgo Transport 8.
"Tapi dari kami mendorong bahwa satu, saya berharap bahwa proses ini terus berlangsung sampai kita bisa mengevakuasi seluruh korban. Kemudian kami juga terus mendorong kepada pihak pemilik kapal dan juga pihak asuransi untuk sesegera mungkin untuk melakukan salvage. Tapi tentunya dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dari proses tersebut," tegas Dudy.
Dudy turut menggarisbawahi, pemerintah tidak menginginkan proses pengangkatan bangkai kapal justru menimbulkan kerusakan tambahan (collateraldamage). "Jadi kita tidak menghendaki apabila dalam proses tersebut kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata dia.
Sebelumnya, PT Virgo Karya Shipping memastikan proses salvage KM Virgo Transport 8 akan dilakukan pada Oktober 2026. Kepastian itu disampaikan setelah komunikasi dengan pihak asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I) dipercepat.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping Simson Fransiscus Rihi mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan P&I untuk mempercepat proses administrasi dan penunjukan perusahaan pelaksana salvage.
Dikatakan Simson, pilihan perusahaan pelaksana salvage kini telah mengerucut pada satu kandidat. Namun, nama perusahaan tersebut belum diumumkan karena proses penunjukan belum ditandatangani.
"Insyaallah dalam beberapa hari ke depan penandatanganan. Karena ada beberapa hal yang mesti dilengkapi lagi, data yang harus kami support kepada para pengambil keputusan di P&I," kata Simson kepada awak media dalam konferensi pers bersama Basarnas, Sabtu (3/10/2026) malam.
Dia mengatakan, PT Virgo Karya Shipping juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Basarnas untuk mempercepat proses tersebut.
Baca Juga
Basarnas: Penyelam Evakuasi 50 Jasad Korban Kapal Virgo hingga Hari Ke-21
"Memang itu kewajiban kami. Dan itu juga kami didukung oleh surat-surat yang sudah diberikan oleh Kementerian Perhubungan, KSOP, bahkan dari bantuan Pak Basarnas sendiri untuk kami melakukan penekanan kepada P&I," tutur Simson.
Setelah proses administrasi dan penandatanganan selesai, perusahaan pelaksana salvage diperkirakan dapat mulai bekerja pada Oktober 2026.
Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 dilakukan setelah kapal tenggelam di Laut Jawa. Sebanyak 55 korban masih dinyatakan hilang.
