LippoLand Genap 39 Tahun, Perkenalkan Brentwood Villas di Tujuh Lokasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – LippoLand memasuki usia ke-39 tahun di industri properti Indonesia dengan menyiapkan pengembangan hunian premium Brentwood Villas di tujuh lokasi di Indonesia. Produk ini mengusung konsep vertical villas dengan pilihan rumah dua dan tiga lantai yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga multigenerasi.
Perkenalan Brentwood Villas menjadi bagian dari strategi LippoLand dalam mengembangkan produk yang menyesuaikan perubahan kebutuhan konsumen. Perusahaan mengandalkan pengalaman hampir empat dekade untuk menggarap berbagai segmen pasar, mulai dari hunian terjangkau hingga properti premium dan ultra-mewah.
CEO LippoLand David Iman Santosa mengatakan, perjalanan perusahaan selama 39 tahun tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kawasan, tetapi juga upaya memahami perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan keterjangkauan hunian.
“Selama 39 tahun, LippoLand tumbuh bersama Indonesia. Karena itu, kami tidak hanya ingin melihat bagaimana industri properti berkembang, tetapi juga bagaimana kami dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam persoalan perumahan,” ujar David dikutip Jumat (2/10/2026).
Baca Juga
LippoLand Kembangkan RX Tower, Perkuat Konsep Hunian Terintegrasi
Brentwood Villas Hadir di Tujuh Lokasi
Brentwood Villas dikembangkan sebagai hunian premium dengan konsep vertical villas yang memungkinkan dua hingga tiga generasi tinggal dalam satu rumah dengan pembagian ruang sesuai kebutuhan masing-masing.
Produk ini menawarkan pilihan rumah dua dan tiga lantai. Konsep tersebut dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga yang ingin tinggal bersama, tetapi tetap membutuhkan ruang dengan fungsi berbeda bagi setiap anggota keluarga.
Pada tipe tiga lantai, lantai pertama atau Heritage Level disiapkan sebagai ruang bagi kakek dan nenek serta dilengkapi area servis. Lantai kedua, yang disebut Entertainment Level, menjadi pusat aktivitas keluarga dengan ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang terhubung dalam satu area.
Sementara itu, lantai ketiga atau Sanctuary Level dirancang sebagai ruang istirahat dan belajar. Area ini mencakup kamar utama dengan kamar mandi dalam serta dua kamar anak yang masing-masing dilengkapi kamar mandi dalam.
LippoLand juga menyediakan pilihan rumah dua lantai bagi keluarga yang membutuhkan konfigurasi hunian untuk dua generasi. Di sejumlah lokasi, produk ini akan menawarkan pemandangan khusus, seperti gunung, danau, maupun lapangan golf.
CMO LippoLand Jopy Rusli mengatakan pengembangan Brentwood Villas didasarkan pada perubahan pertimbangan konsumen dalam memilih hunian. Menurut dia, konsumen tidak hanya memperhatikan luas dan lokasi rumah, tetapi juga fungsi ruang dan kualitas lingkungan yang mendukung aktivitas sehari-hari.
“Rumah saat ini tidak lagi hanya dinilai dari luas atau lokasinya. Konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah rumah mendukung kehidupan sehari-hari. Brentwood Villas kami hadirkan untuk menjawab perubahan tersebut melalui kombinasi desain, functionality, quality, dan enduring value,” ujar Jopy.
Dalam pengembangannya, LippoLand menggandeng Alex Bayu dari Genius Loci sebagai desainer rumah dan Stephen Flynn dari Sheils Flynn Asia sebagai desainer lanskap.
Desain rumah yang dikembangkan Alex Bayu menggunakan pendekatan human-centered design, dengan memperhatikan tata ruang, sirkulasi, pencahayaan, hubungan ruang dalam dan luar, serta fleksibilitas ruang mengikuti perkembangan kebutuhan penghuni.
Adapun Stephen Flynn menghadirkan pendekatan desain lanskap untuk melengkapi karakter arsitektur dan lingkungan di sekitar hunian. Dengan demikian, pengembangan Brentwood Villas mencakup rancangan bangunan sekaligus penataan ruang luar.
LippoLand berencana memperkenalkan Brentwood Villas di tujuh lokasi di Indonesia. Setiap lokasi memiliki karakter pasar dan komunitas yang berbeda, tetapi perusahaan menyatakan akan mempertahankan filosofi desain dan standar kualitas yang sama.
Perjalanan LippoLand Sejak 1987
LippoLand memulai perjalanan bisnisnya pada 1987 melalui pembangunan Lippo City, yang kemudian dilanjutkan dengan Lippo Village. Selama hampir empat dekade, perusahaan mengembangkan berbagai kawasan dan produk properti untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan serta kemampuan finansial yang beragam.
Portofolio LippoLand mencakup pengembangan kota mandiri, kawasan perumahan, proyek komersial, gedung perkantoran, hingga taman pemakaman modern.
Perusahaan juga telah mengembangkan lima kota mandiri, yakni Lippo Village, Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanjung Bunga Makassar, Holland Village Manado, dan Park Serpong. Selain itu, LippoLand mengembangkan sejumlah proyek berskala besar, antara lain Kemang Village, The St. Moritz, dan Millenium Village.
Memasuki usia ke-39 tahun, perusahaan menyatakan akan memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler. Strategi tersebut diarahkan untuk mengembangkan solusi hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan pasar properti.
David mengatakan, pengalaman perusahaan selama 39 tahun menjadi modal untuk membaca perubahan aspirasi konsumen, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat pada sejumlah segmen harga.
Salah satu segmen yang menjadi perhatian perusahaan adalah hunian dengan harga Rp1 miliar hingga di bawah Rp2 miliar. Menurut David, rentang harga tersebut menjadi salah satu pasar yang banyak digarap pengembang sehingga perusahaan perlu menawarkan kombinasi desain, kualitas, harga, dan pilihan pembiayaan yang sesuai.
“Di market Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar, hampir semua pengembang bermain. Karena itu, kami harus kreatif dan menggunakan kembali seluruh pengalaman 39 tahun kami dalam menyediakan hunian. Tujuannya bukan hanya membuat produk, tetapi menghasilkan produk yang excellent di market, dengan price point yang tepat dan pilihan pembiayaan yang luas melalui partner perbankan kami,” kata David.
Catat Pra-Penjualan Rp5,32 Triliun
Dari sisi kinerja, LippoLand mencatat pra-penjualan sebesar Rp5,32 triliun dengan penjualan 6.047 unit sepanjang 2025. Produk perusahaan mencakup berbagai segmen, mulai dari kategori Essential dan Affordable hingga Premium dan Ultra Luxury.
Keberagaman portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang berbeda.
Selain mengembangkan hunian premium, LippoLand juga menggarap segmen hunian terjangkau. Perusahaan menyebut telah menjual sekitar 5.000 unit rumah di segmen tersebut.
Hunian yang ditawarkan memiliki harga mulai sekitar Rp100 juta dengan skema cicilan sekitar Rp600.000 per bulan. Namun, perusahaan menilai kontribusi tersebut belum cukup untuk menjawab besarnya kebutuhan rumah di Indonesia.
David menyebut backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih mencapai sekitar 9 juta keluarga. Menurut dia, pemenuhan kebutuhan hunian membutuhkan partisipasi lebih luas dari pengembang, perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Angka backlog sekitar 9 juta keluarga menunjukkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar. Kami menyadari bahwa LippoLand tidak mungkin menjawab kebutuhan tersebut sendirian. Dibutuhkan partisipasi yang lebih luas dari seluruh pengembang, perbankan, pemerintah, dan seluruh ekosistem perumahan,” ujar David.
Dia menambahkan, pengalaman perusahaan selama 39 tahun akan digunakan untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu kontribusi lain yang disebutkan perusahaan adalah penghibahan lahan seluas sekitar 30 hektare di kawasan Lippo Cikarang kepada negara.
Baca Juga
LippoLand Dukung Peluncuran HWB Serang, Hadirkan Hunian Terjangkau di Kawasan Strategis
Perkuat Kolaborasi dengan Mitra
Dalam menjalankan bisnisnya, LippoLand turut mengandalkan kerja sama dengan berbagai mitra, mulai dari perbankan, konsultan, tenaga penjual, perencana, kontraktor, hingga penyedia layanan kawasan.
David mengatakan kemitraan tersebut berperan dalam pengembangan kawasan, penyediaan pembiayaan, serta pelayanan kepada konsumen.
Menurut dia, keberlanjutan perusahaan tidak hanya bergantung pada aset dan produk yang dikembangkan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang menjalankan bisnis.
“LippoLand tumbuh bersama banyak partner. Ada perbankan yang membantu menyediakan pembiayaan, konsultan dan tenaga penjual yang membantu kami memahami serta melayani konsumen, para perencana dan kontraktor yang menerjemahkan konsep menjadi kawasan dan bangunan, hingga penyedia pelayanan kota yang memastikan kawasan dapat terus hidup dan berkembang,” kata David.
Memasuki usia ke-39 tahun, LippoLand menempatkan pengembangan produk, kolaborasi dengan mitra, dan penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen sebagai bagian dari strategi bisnis berikutnya. Perkenalan Brentwood Villas menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperluas portofolio hunian premium, di tengah upaya menjangkau pasar perumahan dengan rentang harga yang lebih beragam.
