Kadin Gelar Rakornas PMK-PB 2026, Fokus Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Produktivitas SDM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan (PMK-PB) 2026 di Black Box Theater, EcoSocioTech (EST) School, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Mengusung tema "Produktivitas, SDM, Dan Adopsi Teknologi: Mendorong Ekonomi Kerakyatan Yang Produktif Dan Naik Kelas", forum ini berfokus merumuskan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mempercepat adopsi teknologi guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang PMK-PB Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menjelaskan bahwa Rakornas ini bertujuan menyusun program kerja konkret yang akan menjadi masukan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia.
"Sesuai dengan tema besar Kadin Indonesia tahun ini, fokus kita adalah bagaimana memajukan ekonomi kerakyatan, khususnya mendorong UMKM agar bisa naik kelas. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari bagaimana kita memanfaatkan dan mengembangkan potensi SDM serta teknologinya," ujar Shinta.
Dalam pemaparannya, Shinta menyoroti empat pilar utama yang menjadi fokus pembahasan Rakornas. Pertama, mengidentifikasi jenis pekerjaan masa depan yang dibutuhkan seiring berkembangnya industri hilirisasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta ekonomi hijau.
Kedua, memperbaiki sistem pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi, riset, serta memperluas pelatihan vokasi, sertifikasi, dan program magang untuk menciptakan link and match dengan dunia usaha. Ketiga, mendorong sektor kesehatan sebagai fondasi produktivitas, termasuk pemanfaatan white paper investasi kesehatan dan adopsi teknologi medis.
Keempat, mempercepat adopsi teknologi modern dan AI pada sektor kebudayaan serta industri berkelanjutan.
"Nah, ini saya rasa menjadi pembahasan daripada Rakornas pada hari ini dengan outcome-nya juga kami konkret, ya, jelas gitu, supaya nanti hasilnya ini bisa kita connect untuk masuk ke bahan masukan daripada Rapimnas. Kenapa ini semua kita lakukan? Kembali lagi, tujuannya adalah supaya apa pun itu kita tetap memegang penuh sesuai dengan ekonomi, apa, mengenai tujuan pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045," ungkap Shinta.
Soroti RUU Ketenagakerjaan dan Lapangan Kerja Formal
Selain penguatan kapasitas SDM, Shinta menegaskan pentingnya regulasi yang adaptif untuk mendukung iklim usaha. Saat ini, Kadin Indonesia aktif memberikan masukan terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
"Dan juga yang penting adalah bahwa kita memperhatikan bagaimana penciptaan lapangan kerja itu harus ada khusus untuk yang formal. Jadi, tidak hanya, sekarang ini kan 60% informal. Tapi yang formal ini yang menjadi kunci, yang di industri, karena ini yang harus kita perhatikan, gitu," jelas Shinta.
Ia menekankan bahwa regulasi baru harus menciptakan keseimbangan antara perlindungan bagi pekerja dan perlindungan terhadap keberlangsungan penciptaan lapangan kerja itu sendiri.
"Jadi, kami juga membayangkan bagaimana RUU ini kami harapkan bisa menjaga keseimbangan yang ada, untuk juga memperhatikan dari segi perluasan kesempatan kerja, terutama untuk teman-teman nanti kan kalau kita lihat dari keluar dari dunia pendidikan enggak ada pekerjaan juga tidak mungkin, gitu kan. Nah, ini yang saya rasa link and match-nya juga mesti jadi perhatian,," tutur Shinta.
