Kadin Gandeng Russian Export Center, Genjot Perdagangan Pertanian RI–Rusia
Poin Penting
|
RYAZAN, Investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi sektor pertanian dengan Rusia. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Kadin Indonesia dengan Russian Export Center (REC) serta Ryazan Chamber of Commerce and Industry dalam rangkaian Days of International Business 2026 di Ryazan, Rusia, Kamis (24/09/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati, yang juga menjabat Chairwoman Indonesia Eurasia International Council. Kesepakatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan perdagangan dua arah Indonesia-Rusia, terutama ekspor-impor komoditas dan produk pertanian, sekaligus membuka peluang investasi, transfer teknologi, pengembangan industri, serta kemitraan bisnis jangka panjang.
Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi Indonesia-Rusia dari sekadar perdagangan komoditas menuju kemitraan bisnis yang lebih konkret. Kadin melihat terdapat ruang besar bagi kedua negara untuk saling melengkapi, baik melalui peningkatan akses pasar, penguatan rantai pasok, pengembangan industri pengolahan maupun kerja sama teknologi pertanian.
Days of International Business 2026 merupakan forum bisnis internasional yang mempertemukan pengusaha, eksportir, investor, kamar dagang, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mempertemukan secara langsung perusahaan yang mencari pasar ekspor, mitra investasi, pemasok, teknologi, maupun peluang pengembangan usaha lintas negara.
Baca Juga
Kadin Indonesia Partners With Russian Export Center to Boost Agricultural Trade and Technology
Dalam forum tersebut, Devi tampil sebagai pembicara pada Country Session South Asia dengan tema “Market Focus for Russian Exporters: South Asian Market Requirements and Cooperation Potential.” Sesi itu membahas karakteristik dan kebutuhan pasar, peluang ekspor, hambatan perdagangan, serta potensi kerja sama perusahaan Rusia dengan mitra bisnis di kawasan Asia, khususnya Indonesia.
Kadin menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan Indonesia bukan semata-mata sebagai pasar bagi produk Rusia, melainkan juga sebagai mitra produksi, investasi, dan perdagangan. Dengan jumlah penduduk yang besar, basis konsumsi yang luas, kekayaan sumber daya pertanian, serta posisi strategis di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dinilai memiliki daya tarik untuk menjadi salah satu pintu masuk perusahaan Rusia ke pasar ASEAN.
Pada saat yang sama, Rusia juga menawarkan pasar yang potensial bagi produk Indonesia. Karena itu, kerja sama yang dibangun Kadin diarahkan pada prinsip perdagangan dua arah: membuka akses yang lebih luas bagi produk pertanian Indonesia ke Rusia sekaligus mengidentifikasi komoditas, teknologi, input produksi, serta produk Rusia yang dibutuhkan dunia usaha Indonesia.
Pertanian menjadi salah satu sektor yang dinilai mempunyai prospek besar dalam hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia memiliki kekuatan pada berbagai komoditas tropis dan produk perkebunan serta pangan olahan, sedangkan Rusia mempunyai keunggulan pada sejumlah komoditas pangan, pupuk, teknologi, mekanisasi, dan berbagai input yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas pertanian.
Karena itu, MoU dengan Russian Export Center dan Ryazan Chamber of Commerce and Industry diharapkan tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas. Kadin mendorong tindak lanjut berupa business matching, pertukaran informasi pasar, pertemuan eksportir dan importir, pembentukan strategic partnership, pengembangan joint venture, serta penjajakan investasi langsung antara perusahaan kedua negara.
Russian Export Center memiliki posisi penting dalam kerja sama tersebut karena berperan mendukung perusahaan-perusahaan Rusia memasuki pasar internasional. Kolaborasi dengan lembaga tersebut diharapkan dapat mempermudah komunikasi antara pelaku usaha Indonesia dan Rusia, termasuk dalam mengidentifikasi calon mitra, kebutuhan pasar, peluang perdagangan, serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi eksportir.
Baca Juga
Anindya Bakrie: RUU Kadin Harus Membuat Pengusaha Daerah Naik Kelas
Sementara itu, kerja sama dengan Ryazan Chamber of Commerce and Industry membuka jalur langsung antara dunia usaha Indonesia dengan perusahaan-perusahaan di Ryazan dan wilayah Rusia lainnya. Jaringan kamar dagang menjadi penting karena hubungan perdagangan pada akhirnya membutuhkan koneksi antarpelaku usaha yang dapat menghasilkan transaksi nyata.
Menurut Devi, diplomasi bisnis harus menghasilkan hubungan yang saling memberikan manfaat. “Kerja sama internasional bukan hanya tentang membuka pasar, tetapi juga membangun kepercayaan, mempertemukan kebutuhan, dan menciptakan nilai bersama bagi kedua negara,” ujarnya.
Kehadiran delegasi Indonesia di Ryazan karena itu tidak hanya membawa misi promosi perdagangan, tetapi juga membangun jembatan bisnis Indonesia-Rusia. Pertemuan langsung dengan eksportir, investor, kamar dagang, serta pemangku kepentingan Rusia diharapkan dapat memperpendek proses pencarian mitra dan mempercepat realisasi peluang bisnis.
Bagi sektor pertanian Indonesia, perluasan pasar menjadi semakin penting di tengah perubahan lanskap perdagangan global. Diversifikasi negara tujuan ekspor dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar tertentu sekaligus memberikan pilihan lebih luas bagi produsen dan eksportir Indonesia. Rusia dan kawasan Eurasia menjadi salah satu pasar yang potensinya masih dapat dikembangkan lebih jauh.
Kerja sama juga tidak terbatas pada jual beli komoditas. Indonesia dan Rusia berpeluang mengembangkan kemitraan pada teknologi pertanian, mekanisasi, produktivitas pangan, pengolahan hasil pertanian, logistik, penyimpanan, hingga pembangunan rantai pasok yang lebih efisien. Pola semacam ini memungkinkan hubungan ekonomi menghasilkan nilai tambah lebih besar dibandingkan perdagangan komoditas semata.
Devi menilai Indonesia mempunyai modal kuat untuk menjadi mitra strategis Rusia. Selain memiliki pasar domestik yang besar, Indonesia berada di jantung ASEAN dan terhubung dengan salah satu kawasan ekonomi yang tumbuh paling dinamis di dunia. Sebaliknya, hubungan yang semakin kuat dengan Rusia dapat memperluas akses dunia usaha Indonesia ke jaringan perdagangan Eurasia.
Partisipasi Kadin dalam Days of International Business 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas perusahaan Indonesia dengan jaringan bisnis global. Target berikutnya adalah menerjemahkan hubungan kelembagaan tersebut menjadi kontrak dagang, investasi, kemitraan produksi, serta transaksi ekspor impor yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.
Dengan penandatanganan MoU di Ryazan, hubungan bisnis Indonesia-Rusia memasuki tahap yang lebih operasional, khususnya di sektor pertanian. Tantangannya kini adalah memastikan kesepakatan tersebut segera diikuti dengan identifikasi komoditas prioritas, calon eksportir dan importir, nilai potensi transaksi, serta jadwal business matching.
Pesan yang dibawa Kadin dari Ryazan pun jelas: Indonesia dan Rusia tidak hanya ingin membangun jembatan bisnis, tetapi juga mengubah jembatan itu menjadi arus perdagangan, investasi, dan kemitraan yang semakin besar, building bridges, creating opportunities, growing together.
