PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Garap Bioenergi hingga Biohidrogen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) membidik potensi 60,6 juta ton biomassa yang belum termanfaatkan untuk dikembangkan menjadi sumber energi sekaligus bisnis baru. Potensi tersebut berasal dari berbagai sumber domestik, mulai limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, industri hingga sampah perkotaan.
Vice President Strategi & Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI Anita Puspita Sari mengatakan besarnya potensi feedstock domestik membuka peluang pengembangan bioenergi dengan produk yang lebih beragam. Namun, pemanfaatannya tetap harus mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas, serta kesiapan rantai pasok.
Baca Juga
Dirut PLN Pimpin Peningkatan Pasokan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan
“PLN EPI sedang mengembangkan bioenergi sebagai jalur strategis untuk mengubah potensi feedstock domestik Indonesia yang melimpah menjadi solusi energi berkelanjutan,” kata Anita dalam Knowledge Hub Electricity Connect 2026, dikutip Jumat (25/9/2026).
Menurut Anita, pengembangan bioenergi tidak lagi sebatas menjadikan biomassa sebagai bahan bakar pembangkit. PLN EPI tengah memetakan berbagai produk turunan bernilai tambah, mulai biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, hingga bioetanol.
Untuk sektor kelistrikan, biomassa dapat dimanfaatkan melalui skema co-firing pada PLTU. PLN telah mengembangkan program tersebut pada 52 PLTU dengan total kapasitas mencapai 18,9 gigawatt (GW), sehingga biomassa dapat digunakan dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang sudah tersedia.
“Biomassa dengan tingkat pengolahan rendah hingga tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung program co-firing PLTU, memenuhi kebutuhan industri, maupun menyasar pasar ekspor,” ujar Anita.
Pengolahan biomassa juga dapat menghasilkan produk lain. Biochar, misalnya, dapat diproduksi melalui proses torrefaction dan pyrolysis. Sementara gasifikasi biomassa dapat menghasilkan syngas yang berpotensi mendukung program dedieselisasi pada pembangkit berbahan bakar minyak.
PLN EPI juga melihat peluang biohidrogen untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk pupuk, sekaligus membuka pasar ekspor. Adapun CBG dipetakan sebagai alternatif untuk co-firing dengan gas alam pada pembangkit, sedangkan pengembangan biofuel dan bioethanol dapat membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan lain.
Baca Juga
PLN EPI Targetkan Pasokan Biomassa 3,65 Juta Ton pada 2026, Percepat Co-firing di 52 PLTU
Pengembangan ini sejalan dengan transformasi PLN EPI dari pengelola pasokan energi primer, seperti batu bara, gas, dan bahan bakar menjadi integrated primary energy solutions provider. Portofolio bioenergi ke depan tidak hanya ditujukan untuk pembangkit PLN, tetapi juga berpotensi memasok kebutuhan industri domestik, independent power producer (IPP), hingga pasar ekspor.
Dengan strategi tersebut, PLN EPI berupaya mempertahankan keandalan bisnis energi primer eksisting sembari membangun portofolio rendah karbon berbasis sumber daya domestik. Bioenergi menjadi salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi PLN Group menuju target net zero emissions (NZE) 2060, bersama pengembangan energi terbarukan, dedieselisasi, penyimpanan energi, hidrogen dan amonia, serta CCS/CCUS.
