PLN EPI Targetkan Pasokan Biomassa 3,65 Juta Ton pada 2026, Percepat Co-firing di 52 PLTU
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat implementasi program co-firing biomassa sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional. Tahun ini, perusahaan menargetkan pasokan biomassa mencapai 3,65 juta ton untuk mendukung operasional 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, pemanfaatan biomassa menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang hingga kini masih mendominasi sistem pembangkitan listrik nasional.
Baca Juga
PLN Luncurkan Diskon Tambah Daya 50% Sambut Hari Anak Nasional
"Sekitar 90% pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil. Untuk itu, kami terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara untuk mendukung agenda dekarbonisasi dan pencapaian Net Zero Emissions," ujar Hokkop di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Sepanjang 2025, PLN EPI telah memasok sekitar 2,35 juta ton biomassa yang mampu menurunkan emisi sekitar 2,72 juta ton CO2e. Volume tersebut ditargetkan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada 2026 dan 4,07 juta ton pada 2027.
Secara kumulatif selama periode 2023–2026, penyediaan biomassa PLN EPI telah mencapai 4,77 juta ton. Pasokan tersebut didominasi biomassa berbasis kayu, terutama sawdust sebesar 54,6% dan woodchip sebesar 22,4% yang telah memenuhi spesifikasi bahan bakar pembangkit.
Menurut Hokkop, seluruh biomassa yang digunakan berasal dari residu industri kehutanan, perkebunan, dan pertanian, sehingga tidak berasal dari aktivitas penebangan hutan maupun deforestasi.
"Kami memanfaatkan residu yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi sumber energi alternatif, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor kehutanan dan perkebunan tanpa mengorbankan kelestarian hutan," jelasnya.
Baca Juga
PLN EPI Bidik Industri dan e-SAF Lewat Ekosistem Hidrogen Hijau
Dia menambahkan, melalui pengolahan dan pengendalian mutu yang tepat, biomassa mampu memenuhi spesifikasi teknis pembangkit sehingga dapat menggantikan sebagian konsumsi batu bara tanpa mengurangi keandalan operasi PLTU.
Menurut PLN EPI, pengembangan biomassa tidak hanya mendukung target net zero emissions (NZE) 2060, tetapi juga memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus menciptakan nilai tambah bagi sektor kehutanan dan pertanian nasional.
