PLN EPI Dorong Bioenergi, Buka Peluang 150 Ribu Lapangan Kerja Hijau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mendorong pengembangan ekosistem bioenergi sebagai bagian dari transisi energi nasional yang sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru. Melalui pemanfaatan sekitar 10 juta ton biomassa, pengembangan rantai pasok bioenergi dari hulu hingga hilir diperkirakan berpotensi menciptakan sekitar 150 ribu green jobs.
Potensi tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam acara West Java Leader Fest yang diselenggarakan Yayasan IDNextLeader dan Telkom University di Bandung. Hokkop mengatakan penciptaan lapangan kerja tersebut tersebar di sepanjang rantai pasok bioenergi, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku, pengolahan, transportasi, hingga pemanfaatannya sebagai bahan bakar pembangkit.
“Green job yang tercipta dari 10 juta ton saja itu bisa mencapai sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau baru,” kata Hokkop dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Menurut Hokkop, pengembangan ekosistem tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk terlibat langsung dalam rantai pasok energi. Peluang ini mencakup petani, koperasi, BUMDes, pelaku usaha, agregator, hingga penyedia jasa logistik. Selain menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan 10 juta ton biomassa diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO2e.
Hokkop menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang besar dan beragam, mulai dari kayu, residu pertanian, sekam padi, hingga berbagai sumber hayati lainnya. Berdasarkan pemetaan PLN EPI, pemanfaatan biomassa saat ini mencapai sekitar 30,7 juta ton, sementara potensi biomassa yang belum termanfaatkan diperkirakan sekitar 60,6 juta ton.
Baca Juga
Kurangi Penggunaan BBM, PLN EPI Kembangkan Jaringan LNG untuk Pembangkit 477 MW di Nusa Tenggara
Kendati demikian, potensi biomassa yang belum termanfaatkan tersebut masih bersifat indikatif dan perlu mempertimbangkan aspek teknis, keekonomian, aksesibilitas bahan baku, serta kesiapan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
PLN EPI terus memperkuat ekosistem tersebut. Sepanjang periode 2023–2026, PLN EPI telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton. Saat ini, pasokan untuk kebutuhan cofiring masih didominasi biomassa berbasis kayu dengan porsi lebih dari 77%.
Tidak hanya itu, pengembangan bioenergi juga terus diperluas melalui berbagai produk, antara lain biomassa, biochar, syngas, biohidrogen, compressed biogas (CBG), biofuel, dan bioetanol. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung cofiring, menggantikan penggunaan bahan bakar pada pembangkit diesel, memenuhi kebutuhan industri, hingga pengembangan bahan bakar berkelanjutan.
Peluang penciptaan green jobs juga sejalan dengan ekspansi energi terbarukan dalam RUPTL 2025–2034. Dalam skenario ARED, PLN merencanakan tambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 12,22 GW pada periode 2025–2029, atau sekitar 44% dari total tambahan kapasitas pembangkit sebesar 27,9 GW.
Tambahan kapasitas tersebut terdiri atas PLTS sebesar 5,91 GW, PLTA 3,20 GW, PLTB 1,55 GW, panas bumi 0,95 GW, serta bioenergi 0,61 GW. Target bauran energi terbarukan pada 2029 dalam skenario tersebut mencapai 19,7%.
“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi dan menurunkan emisi. Di dalamnya ada peluang ekonomi, lapangan kerja baru, dan ruang bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama masa depan energi Indonesia,” sebut Hokkop.
